KUA Dukuhseti Peduli Korban Banjir
14 Jan 2026 | 35 | Penulis : pc_apri_pati | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Selasa, 13 Januari 2026, tim peduli korban banjir KUA Dukuhseti turun ke lapangan mendistribusikan logistik bantuan untuk korban banjir di wilayah Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Banjir di awal tahun 2026 ini meliputi hampir seluruh wilayah Kabupaten Pati. ada 14 kecamatan dari 21 kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Pati.
Mayoritas kecamatan yang terdampak banjir ada di wilayah Pati Utara. Dukuhseti adalah salah satu kecamatan yang paling terdampak banjir. Hampir seluruh desa dari 12 desa terdampak banjir. Hujan sejak hari Jum'at, 09 Januari 2026 sampai tulisan ini dibuat belum ada tanda-tanda reda. Wilayah Dukuhseti masih diguyur hujan mulai ringan sampai lebat. Tidak hanya itu kadang disertai dengan angin kencang.
Ada ratusan rumah dan kepala keluarga yang terdampak banjir. Beberapa fasilitas pendidikan juga terdampak banjir paling parah selama 10 tahun terakhir ini. Kerugian mencapai miliaran rupiah. Banyak lahan tambak yang terdampak banjir. Begitu juga lahan pertanian. Ratusan hektar lahan tambak yang siap panen dilanda banjir. Ratusan hektar lahan pertanian juga terendam banjir.
Ada beberapa wilayah yang terisolasi karena akses jalan menuju lokasi tersebut sangat sulit dikarenakan jalan dipenuhi dengan lumpur dan masih ada genangan air yang tingginya bervariasi dari lutut orang dewasa sampai pinggang.
Menurut penuturan warga, banjir kali ini adalah banjir terbesar setelah banjir 2014. Masih ada wilayah yang tergenang banjir selama 5 hari ini. Kalau hujan masih terus turun dipastikan ada dampak kesehatan terhadap warga. Bantuan pun tidak merata. Wilayah yang jauh dari pusat kota tidak bisa mengakses bantuan karena akses menuju lokasi agak sulit. Tercatat wilayah Nglendoh, Tambakjati, Sumur towo belum tersentuh bantuan. Wilayah Nglendoh yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Jepara aksesnya sangat sulit karena harus melalui jalan yang penuh dengan lumpur. Wilayah Tambak aji juga demikian. Akses menuju ke rumah warga masih digenangi banjir. Wilayah ini berada di tengah-tengah lahan tambak. Untuk mencapai rumah warga harus berjalan kaki atau memakai sepeda motor yang sudah dimodifikasi. Bantuan di wilayah ini baru dari pihak kecamatan, selain itu belum ada bantuan apapun. Memang agak sulit untuk mengatasi dampak banjir kali ini karena luas wilayah yang terdampak banjir. Kalau hanya tertumpu pada pemerintah jelas tidak mungkin karena pemerintah mempunyai keterbatasan. Swadaya dan tolong menolong antar warga adalah solusinya.
Politisi yang obral uang dan janji ketika mau pemilihan legislatif, belum ada satu pun yang memberi bantuan sampai saat ini. Padahal warga sangat membutuhkan uluran tangan. Memang politisi kita payah. Ketika ada bencana seakan tutup mata dan tidak tahu menahu. Ketika membutuhkan suara mereka berlomba-lomba untuk memberi angpao kepada warga walaupun warga tidak membutuhkan. Sudah saatnya warga cerdas untuk menyikapi perihal seperti ini.
Kembali ke distribusi bantuan korban banjir. Bantuan ini sebenarnya adalah bantuan dari Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Kabupaten Pati ditambah dengan donasi dari ASN KUA Dukuhseti. Ada sekitar 200 paket sembako yang dibagikan. Selain paket sembako juga ada pakaian bekas layak pakai dan peralatan kebersihan. Peralatan kebersihan ini diberikan kepada lembaga pendidikan dan rumah ibadah (masjid) yang terdampak banjir.
Tim KUA Dukuhseti terdiri dari penyuluh agama dan didampingi oleh kepala KUA berangkat menuju lokasi dengan menggunakan 2 mobil. Dalam perjalanan menuju lokasi harus melewati genangan banjir dan lumpur akibat longsor. Warga sangat senang dan berterima kasih atas bantuan ini. Warga dusun Nglendoh yang terdampak paling parah banjir kali ini dan belum mendapatkan bantuan meluapkan kegembiraannya atas bantuan ini. Mereka sudah 4 hari tergenang banjir. Begitu juga warga Tambakjati. Di wilayah ini, tim tidak turun langsung ke rumah-rumah warga karena lokasi yang tidak memungkin untuk meuju ke rumah warga. Bantuan diturunkan dan diberikan kepada ketua RT setempat dan menyerahkan kepada ketua RT untuk mendistribusikan kepada warganya. Ketua RT menceritakan bahwa lahan tambak di daerah paling parah terdampak banjir. Banyak ikan yang siap panen hilang terbawa banjir.
Distribusi bantuan kali ini untuk wilayah terpencil dan terisolasi. Sebelum distribusi diadakan identifikasi wilayah yang belum tersentuh bantuan dari manapun. Sampai saat ini bantuan yang dirasakan masyarakat hanya dari pihak kecamatan dan Lazisnu. Lazisnu adalah banom organisasi massa Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang zakat, infaq dan shodaqoh. Lazisnu membuka posko bantuan korban banjir di depan kantor MWC NU Dukuhseti. Kemampuan Lazisnu jelas sangat terbatas untuk mencover bantuan seluruh kecamatan Dukuhseti. Bantuan dari pihak kecamatan pun juga terbatas karena anggaran bencana terbatas. Baznas pun sudah turun tangan melalui kecamatan. Karena begitu luasnya wilayah yang berdampak banjir, bantuan itu tidak mencover seluruh wilayah. Kementerian Agama melalui UPZ dan donasi ASN juga sudah bergerak untuk memberikan bantuan. Akan tetapi bantuan ini juga belum mencukupi.
Dalam kondisi seperti ini seharusnya ada posko utama untuk mengkoordinasi dan mendata bantuan kepada warga agar tidak ada warga yang tidak menerima bantuan. Kalau bantuan tersebut tidak diatur maka bisa jadi ada warga yang sering mendapat bantuan dan ada warga yang tidak dapat bantuan. Wilayah perkotaan dan pinggir jalan selalu mendapatkan bantuan sementara wilayah yang jauh dari akses jalan tidak mendapatkan bantuan.
Semoga bencana ini segera berakhir dan aktivitas warga normal kembali.
Tetap semangat KUA Dukuhseti. Semoga bencan banjir segera surut.