KUA Curup Dukung Penguatan Spiritual Lewat Pengajian IPHI: Barokah Bukan Sekadar Banyak, Tapi Membawa Manfaat
21 Jul 2025 | 33 | Penulis : Humas Cabang APRI Rejang Lebong | Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu
Rejang Lebong (Humas) ---- Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup dalam mendukung pembinaan umat kembali terlihat melalui kehadiran H. Suryono, S.Ag, M.Pd. Kepala KUA Curup yang juga menjabat sebagai Sekretaris IPHI Kabupaten Rejang Lebong, dalam kegiatan Pengajian Bulanan IPHI di Masjid Agung Baitul Makmur Curup. 18/07/2025
Pengajian ini menjadi bagian dari pembinaan rohani berkelanjutan bagi para alumni haji serta masyarakat umum. Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai penceramah, Dr. H. Ngadri Yusro, M.Ag. yang menyampaikan ceramah bertajuk "Menjemput Hidup Penuh Barokah".
Dalam ceramahnya, Dr. Ngadri mengajak jamaah untuk memahami makna barokah sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar materi.
“Barokah itu bukan tentang banyaknya harta atau tingginya jabatan, tapi sejauh mana sesuatu membawa kebaikan, kedamaian, dan mendekatkan kita kepada Allah,” ungkap beliau.
Sebagai tokoh penting dalam kepengurusan IPHI sekaligus pimpinan KUA Curup, H. Suryono, S.Ag, M.Pd. memberikan penegasan bahwa KUA bukan hanya lembaga pencatat nikah, tapi juga mitra strategis dalam membina spiritualitas umat.
“Kami di KUA Curup siap menjadi bagian dari gerakan dakwah yang membumi. Salah satunya melalui pengajian IPHI ini, yang mengajarkan bahwa hidup barokah bukan soal berapa yang kita punya, tapi sejauh mana kita memberi manfaat,” ujar H. Suryono dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah pasca-haji dengan terus terlibat dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Menurutnya, keberkahan hidup juga lahir dari silaturahmi, ilmu yang diamalkan, dan kebersamaan dalam kebaikan.
Kegiatan pengajian ini menjadi ruang pembinaan sekaligus penguatan nilai-nilai Islam yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Kepala KUA Curup dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara lembaga keagamaan dan masyarakat, untuk membangun umat yang kuat secara spiritual dan sosial.