KUA Batang Cenaku Sampaikan Materi Pentingnya Kesadaran Pencatatan Pada Pengajian BKMT
28 Aug 2025 | 72 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Indragiri Hulu (Humas) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Cenaku Di Desa Sipang MESJID AR-ROHMAN kembali menggelar pengajian rutin yang diikuti oleh ratusan jamaah ibu-ibu majelis taklim. Acara yang berlangsung di salah satu masjid setempat ini terasa khidmat, penuh semangat kebersamaan, dan diwarnai dengan lantunan doa serta istighosah bersama.Selasa (26/08/2025)
Hadir dalam kegiatan ini Kepala KUA Batang Cenaku, Bapak Sriyanto, beserta jajaran staf KUA yaitu Agan Aliyudin A.M dan Malikul Hidayah.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Batang Cenaku Sriyanto menegaskan kembali pentingnya Gerakan Sadar Administrasi Nikah (GAS). Beliau menjelaskan bahwa pencatatan pernikahan bukan hanya sekadar kewajiban formalitas, tetapi sebuah langkah penting untuk melindungi hak-hak dalam rumah tangga.
“Pernikahan yang tercatat resmi di KUA akan memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami-istri, serta menjamin hak-hak anak di masa depan. Jangan sampai ada masyarakat yang meremehkan pencatatan nikah, karena hal ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga keberlangsungan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tutur beliau.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Agan Aliyudin A.M. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan jamaah tentang hakikat hidup yang sesungguhnya.
“Orang yang menghadap Allah bukanlah orang yang mati, melainkan orang yang hidup. Tanda seseorang hidup adalah hatinya yang peka terhadap panggilan Allah. Ketika muadzin menyeru Hayya ‘alash sholah (Mari kita sholat) dan Hayya ‘alal falah (Mari menuju kebahagiaan), maka orang yang hidup akan ringan langkahnya memenuhi panggilan tersebut. Namun, bila hati mati, walaupun diajak sholat dan diajak menuju kebahagiaan, ia tetap enggan dan berat melakukannya,” jelasnya penuh makna.
Pengajian rutin BKMT kali ini berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Jamaah ibu-ibu majelis taklim tampak antusias, mengenakan busana serba putih yang melambangkan kesucian dan persatuan. .Acara diakhiri dengan doa bersama, dipimpin oleh salah satu tokoh agama setempat. (Agan Aliyudin - Reski)