KUA Balik Bukit Tegaskan Pentingnya Bimbingan Perkawinan dalam Upaya Pencegahan Stunting
Daerah

KUA Balik Bukit Tegaskan Pentingnya Bimbingan Perkawinan dalam Upaya Pencegahan Stunting

  03 Jun 2025 |   361 |   Penulis : Humas PC APRI Lambar |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

PC APRI Lambar (Humas).- Dalam Upaya memperkuat sinergi lintas sektor untuk pencegahan stunting. Balai Penyuluh KB Balik Bukit Kembali menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektoral yang rutin dilaksanakan setiap bulan bertempat di Balai Penyuluhan KB Balik Bukit, Selasa (03/06/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan tingkat kecamatan.  tampak hadir dalam kegiatan perwakilan dari Camat Balik Bukit, Kepala Puskesmas Liwa selaku pemateri, Penyuluh KB Balai Penyuluh KB Balik Bukit, Babinsa, serta perwakilan dari KUA Balik Bukit yang turut menjadi narasumber kegiatan yaitu Nafisah, S.Sos.I., dan Titin Ustina, S.Pd.I. Penyuluh Agama Islam pada KUA Balik Bukit.

Dalam pemaparannya, Penyuluh Agama Islam KUA Balik Bukit menyampaikan pentingnya Bimbingan Perkawinan Pra-nikah sebagai Langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dari hulu. Lebih lanjut disampaikan bahwa pemahaman yang utuh mengenai kesiapan fisik, mental, dan spiritual calon pengantin sangat berpengaruh terhadap kesiapan membangun keluarga sehat dan berkualitas. “Bimbingan perkawinan bukan sekedar syarat administrasi, melainkan bentuk nyata ikhtiar mencegah stunting dari awal. Melalui edukasi gizi, perencanaan keluarga, hingga penguatan nilai-nilai agama dalam rumah tangga, kita mempersiapkan generasi yang kuat dan berdaya saing”, ujar Penyuluh Agama KUA Balik Bukit. Sementara kepala Puskesmas Liwa memaparkan data stunting terbaru dan Upaya kolaboratif yang telah dilakukan oleh sektor kesehatan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen lintas sektor dalam menangani isu stunting yang menjadi salah satu perioritas Pembangunan nasional. Balai Penyuluhan KB Balik Bukit selaku penyelenggara menyampaikan bahwa lokakarya ini akan terus dilaksanakan setiap bulan sebagai wadah koordianasi dan evaluasi Bersama.

Hadirnya KUA dalam kegiatan ini memiliki peran yang strategis sehingga pendekatan pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih holistic, tidak hanya dari sisi medis dan gizi, namun juga dari aspek moral, spiritual, dan ketahanan keluarga. (Ns/Fr)

Bagikan Artikel Ini

Infografis