Daerah
Khutbah Jumat Terakhir Ramadhan, Kepala KUA Kota Tengah Ajak Umat Dewasa Sikapi Perbedaan Idul Fitri
20 Mar 2026 | 88 | Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
Kota Tengah, 20 Maret 2026 – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Tengah Marton Abdurrahman, bertindak sebagai khotib dalam khutbah Jumat terakhir di bulan Ramadhan, 1447 H. Dalam khutbahnya, Marton menyampaikan pesan penting mengenai perbedaan hari raya Idul Fitri yang kerap terjadi di masyarakat, terutama saat hilal atau penentuan awal bulan Syawal.
Dalam khutbah yang berlangsung di Masjid Baitul Karim Marton Abdurrahman mengingatkan umat Islam untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijaksana dan penuh toleransi. "Perbedaan dalam penentuan hari raya Idul Fitri adalah hal yang sudah biasa terjadi. Sebagai umat Islam, kita harus menghadapinya dengan hati yang lapang dan rasa saling menghormati. Perbedaan ini bukanlah hal yang memecah belah umat, tetapi justru menjadi sarana untuk menguatkan ukhuwah Islamiyah," ungkap Marton di hadapan jamaah.
Marton juga menjelaskan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya sering kali terjadi karena perbedaan metode dalam melihat hilal, baik secara rukyah (pengamatan langsung) maupun hisab (perhitungan astronomis). Meskipun perbedaan tersebut tidak jarang menimbulkan kebingungan di kalangan umat, beliau menekankan pentingnya untuk tidak menjadikannya sebagai sumber perselisihan.
Lebih lanjut, Marton menekankan bahwa apa pun tanggal yang ditetapkan sebagai hari raya, yang lebih penting adalah esensi dari Idul Fitri itu sendiri, yaitu hari kemenangan bagi umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan. "Mari kita saling memaafkan, menjalin silaturahmi, dan mempererat tali persaudaraan. Idul Fitri adalah hari kemenangan, bukan hanya untuk kita sebagai individu, tetapi juga untuk umat Islam di seluruh dunia," tambah Marton.
Dalam khutbah tersebut, Marton juga mengajak umat untuk menjaga kesatuan dan kedamaian meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya. "Kita adalah umat yang besar, dengan berbagai perbedaan, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih ridha Allah. Mari kita jaga kedamaian dan persatuan umat ini dengan sikap saling menghargai."
Usai khutbah, jamaah tampak menyambut dengan antusias dan memberi apresiasi terhadap pesan yang disampaikan oleh Marton. Banyak dari mereka yang merasa lebih tenang dan dapat menerima perbedaan yang mungkin terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.
Dengan khutbah yang penuh makna tersebut, jamaah diharapkan bisa menyikapi perbedaan dalam perayaan Idul Fitri dengan lebih bijak, menjaga ukhuwah, dan mempererat persaudaraan antar sesama umat Islam.