KUA Balige Pembinaan Akhir Tahun: Menguatkan Toleransi dan Iman di Rutan Balige
Daerah

KUA Balige Pembinaan Akhir Tahun: Menguatkan Toleransi dan Iman di Rutan Balige

  26 Dec 2025 |   28 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Toba Samosir, (Humas). Dalam rangka pembinaan keagamaan akhir tahun, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Toba Samosir menggelar kegiatan pembinaan rohani bagi Warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Balige pada Senin, (22/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan mental dan spiritual yang rutin dilaksanakan. Pembinaan keagamaan tersebut diharapkan mampu memberikan penguatan nilai-nilai keislaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi diri bagi Warga Binaan menjelang pergantian tahun.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sahala Ahmad Toif Gultom, SH, Horas Sihite, S.Sy, dan Nurkhodijah, dengan susunan acara yang tertata rapi. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Nurkhodijah bertugas sebagai pembawa acara, Sahala Ahmad Toif Gultom, SH menyampaikan tausiyah, sementara Horas Sihite, S.Sy memberikan kata sambutan sekaligus memimpin doa penutup. Kolaborasi para penyuluh tersebut menciptakan suasana pembinaan yang hangat dan penuh makna.

Pembinaan ini mengangkat tema “Memahami Makna Toleransi” dengan landasan Al-Qur’an Surat Al-Kafirun ayat 1–6. Tema tersebut dipilih sebagai upaya menanamkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Dalam penyampaiannya, Sahala Ahmad Toif Gultom menjelaskan bahwa Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW merupakan agama yang menjunjung tinggi toleransi. Hal tersebut dibuktikan melalui sejarah Piagam Madinah, yang menjadi contoh hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai toleransi, memperkuat keimanan, serta memberikan ketenangan batin bagi Warga Binaan menjelang akhir tahun, agar mereka mampu menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan harapan. Pembinaan rohani ini juga menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih baik. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Warga Binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan sikap positif dan optimis.

Sebagai penutup, Horas Sihite mengajak seluruh Warga Binaan untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat, memperbanyak sabar dan ibadah, serta berdoa agar Indonesia tetap berada dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari segala bencana. Doa tersebut dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh peserta. Suasana haru dan tenang terasa saat doa bersama dilaksanakan. Kegiatan kemudian ditutup dengan tertib dan penuh kekhidmatan.

Melalui pembinaan ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dan toleransi dapat terus tumbuh, menjadi bekal positif bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pembinaan dan kehidupan di masa mendatang. Pembinaan keagamaan seperti ini dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas mental dan spiritual. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan pembinaan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. (HS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis