Opini
Kemenag ASRI 2025: Wujud Ekoteologi Menuju Lingkungan Kerja Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah
21 Oct 2025 | 409 | Penulis : Humas Cabang APRI Sulawesi Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan
Dalam upaya mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan, Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Gerakan Kemenag ASRI pada tahun 2025. Program ini menjadi langkah nyata Kemenag dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan kesadaran ekologis di lingkungan kerja.
Gerakan ini mengusung tema “Lingkungan Asri, Inspirasi Sepanjang Hari”, yang mencerminkan tekad untuk menghadirkan ruang kerja yang hijau, tertata, dan memberikan semangat sepanjang waktu bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama di seluruh Indonesia.
Landasan dan Semangat Gerakan
Lahir dari gagasan ekoteologi, Kemenag ASRI mengajak seluruh insan Kemenag untuk memahami bahwa bumi bukan sekadar tempat tinggal, melainkan amanah dari Tuhan yang harus dijaga. Pendekatan ini menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan dan pengamalan ajaran agama.
Sebagai tindak lanjut dari berbagai kebijakan nasional dan prioritas Menteri Agama, Kemenag ASRI hadir bukan hanya sebagai kegiatan penghijauan, tetapi juga gerakan budaya kerja baru yang berorientasi pada keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis.
Empat Pilar Utama Kemenag ASRI
Kemenag ASRI berdiri di atas empat komponen utama:
1. Aman – Penataan ruang kerja sesuai standar keamanan lingkungan serta penyediaan jalur evakuasi dan sarana P3K.
2. Sejuk – Penanaman tanaman pelindung, penghijauan di sekitar kantor, serta optimalisasi ventilasi alami untuk mengurangi penggunaan pendingin buatan.
3. Rindang – Penghijauan vertikal dan pemeliharaan taman kantor secara rutin dengan melibatkan seluruh pegawai.
4. Indah – Penataan taman, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan penerapan desain ruang kerja yang estetis serta fungsional.
Tujuan dan Ruang Lingkup
Gerakan ini bertujuan mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, sehat, hijau, dan inspiratif. Selain itu, Kemenag ASRI diharapkan menumbuhkan budaya cinta lingkungan dan memperkuat nilai religius dalam tata kelola kelembagaan.
Program ini dijalankan secara menyeluruh di. seluruh unit kerja Kementerian Agama, mulai dari kantor pusat, kantor wilayah, hingga madrasah, perguruan tinggi keagamaan, pesantren, dan satuan pendidikan agama di berbagai daerah.
Strategi Implementasi
Kementerian Agama menerapkan sejumlah langkah strategis agar gerakan ini berjalan efektif dan berkelanjutan, antara lain:
Sosialisasi dan Kampanye Internal, untuk memperluas pemahaman mengenai konsep ekoteologi dan semangat Kemenag ASRI.
Pembentukan Tim Pelaksana ASRI di setiap satuan kerja, yang bertugas menyusun rencana aksi, mengoordinasikan kegiatan, dan melakukan pemantauan.
Penyusunan Rencana Aksi Lingkungan (RAL) yang disesuaikan dengan kondisi nyata tiap satuan kerja.
Monitoring dan Evaluasi oleh tim pengawas lingkungan Kemenag.
Apresiasi dan Penghargaan berupa Anugerah Kemenag ASRI bagi satuan kerja yang dinilai paling berprestasi dalam menerapkan program ini.
Indikator Keberhasilan
Keberhasilan Kemenag ASRI diukur melalui beberapa indikator, di antaranya:
Lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan bebas sampah;
Peningkatan jumlah serta kualitas tanaman hijau di area kerja;
Partisipasi aktif ASN dalam menjaga dan merawat lingkungan;
Tersedianya laporan dan dokumentasi kegiatan secara berkala.
Selain itu, seluruh satuan kerja diwajibkan mengunggah laporan pelaksanaan dalam format digital melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh Sekretariat Jenderal Kemenag.
Dukungan dan Kolaborasi
Pelaksanaan Kemenag ASRI juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, komunitas hijau, dan tokoh agama. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat gerakan ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan.
Penutup: Ikrar Hijau ASN Kemenag
Gerakan Kemenag ASRI bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi cerminan komitmen spiritual untuk menjaga bumi sebagai amanah Tuhan. Melalui langkah-langkah sederhana namun berkesinambungan, seluruh ASN Kemenag diharapkan menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, religius, dan berkeadaban.
“Mari kita rawat bersama lingkungan kerja kita bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga sebagai ruang ibadah dan pengabdian. Jadikan Kementerian Agama sebagai pelopor lingkungan kerja yang Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah demi masa depan Indonesia yang hijau, lestari, dan harmonis.”
Penulis: Syamsir Nadjamuddin S Ag
(Penghulu KUA Lau Maros)
Kepala KUA Bengkalis Perdana Pimpin Apel Pagi
23 Jan 2026