Ka KUA Sidikalang Kuatkan Fiqih Salat Kaum Bapak Muhajirin Kalang Simbara
12 Dec 2025 | 42 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, mengisi materi pembinaan dalam majelis taklim kaum bapak Muhajirin di Kalang Simbara pada Kamis malam (11/12). Dalam pertemuan yang khidmat tersebut, H. Abdul Yajid Lingga memilih materi krusial yaitu Fiqih Salat, sebagai upaya fundamental untuk memperkuat pondasi ibadah wajib umat Islam di kalangan masyarakat. Kehadiran beliau disambut antusias oleh para bapak-bapak jamaah yang haus akan ilmu agama.
H. Abdul Yajid Lingga membuka kajian dengan menekankan bahwa salat adalah tiang agama dan pembeda antara seorang muslim dengan yang bukan. Oleh karena itu, kesempurnaan dan keabsahan salat harus menjadi prioritas utama. Beliau menjelaskan secara detail mengenai rukun salat, mulai dari niat hingga salam, menggarisbawahi pentingnya setiap gerakan dan bacaan agar sesuai dengan tuntunan syariat. Pemahaman rukun ini dianggap vital, sebab jika salah satu rukun terlewat atau tidak sah, maka salat seseorang berpotensi tidak diterima.
Lebih lanjut, Ka KUA Sidikalang tersebut membahas tentang syarat-syarat sah salat, yang kerap kali dianggap sepele namun menentukan validitas ibadah. Di antara syarat yang ditekankan adalah kesucian dari hadas besar dan kecil, serta kesucian tempat dan pakaian. "Pastikan kita benar-benar suci. Wudhu yang sempurna adalah kunci pembuka salat yang sempurna," tegas beliau, mengingatkan para jamaah untuk tidak tergesa-gesa dan memastikan air wudhu mengenai seluruh anggota yang wajib dibasuh sesuai aturan fiqih.
Materi kemudian beranjak pada pembahasan hal-hal yang membatalkan salat. H. Abdul Yajid Lingga memberikan contoh praktis agar jamaah dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak disadari. Beberapa pembatal salat yang disebutkan termasuk berbicara di luar keperluan salat, bergerak berlebihan di luar gerakan salat, dan hadas yang terjadi di tengah salat. Sesi ini memicu interaksi aktif, di mana beberapa jamaah mengajukan pertanyaan terkait kondisi ragu-ragu dalam salat.
Untuk mengatasi keraguan tersebut, beliau menyajikan panduan mengenai sujud sahwi. H. Abdul Yajid Lingga menjelaskan waktu dan cara melakukan sujud sahwi, baik karena lupa jumlah rakaat, lupa tasyahud awal, atau melakukan hal yang tidak seharusnya. Ini merupakan solusi syar'i yang diberikan untuk memastikan jamaah tidak meninggalkan salat hanya karena merasa ragu, melainkan ada jalan untuk menambal kekurangan tersebut.
Dalam penutupannya, Ka KUA mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban salat, tetapi menjadikannya sebagai sarana mi'raj (hubungan) terdekat dengan Allah SWT. Beliau menekankan agar jamaah senantiasa menjaga kekhusyukan dalam setiap gerakan dan lafaz, karena kekhusyukan adalah ruh dari salat yang menjadi penentu kualitas ibadah di mata Allah.
Pembinaan malam itu diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif, menunjukkan semangat belajar yang tinggi dari kaum bapak Majelis Taklim Muhajirin Kalang Simbara. H. Abdul Yajid Lingga berharap ilmu yang didapatkan dapat diamalkan secara konsisten, sehingga salat lima waktu mereka menjadi ibadah yang benar-benar berkualitas dan berdampak positif pada kehidupan sehari-hari mereka.
Kegiatan pembinaan ini menjadi salah satu program rutin KUA Sidikalang dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di tingkat desa, sekaligus mewujudkan peran KUA sebagai pusat informasi dan edukasi keagamaan yang dekat dengan umat.