Ka KUA Siantar Marimbun Wakili Kan Kemenag Kota Pematangsiantar Pada Kegiatan MUI
30 Nov 2025 | 39 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Pematang Siantar | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Pematangsiantar, (Humas). MUI kota Pematangsiantar melaksanakan kegiatan penutupan dan pelepasan santri pendidikan dasar kader ulama mui kota Pematangsiantar yang dilaksanakan pada hari Ahad, (30/11) di gedung MUI kota Pematangsiantar.
Kegiatan ini adalah puncak pelaksanaan pengkaderan para kader ulama yang sudah berlangsung selama tahun 2025, dengan mengikutsertakan santri santriah sebanyak 20 peserta terpilih dari berbagai sekolah dan madrasah se kota Pematangsiantar.
Perjalanan pengkaderan dasar ulama berlangsung dengan bimbingan para ulama,tokoh dengan mengajarkan ilmu turost islami seperti kitab ta'lim mutaallim, Fathul majid, al waroqot dan kitab lainnya, di saat yang sama santri juga di ajarkan ilmu komputer.
Setelah berjalan selama satu tahun maka dilaksanakan lah pelepasan santri sekaligus penuutupan program kegiatan tersebut secara resmi yang dilakukan oleh walikota Pematangsiantar yang diwakili oleh Asisten II Pemko Pematangsiantar Zainal Siahaan, SE., MM.
Dalam arahan dan bimbingannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pematangsiantar yang di sampaikan melalui KA KUA Siantar Marimbun Muhammad Hasan Basri, MA, mengungkapkan rasa syukur nya atas pelaksanaan Pendidikan Dasar Kader Ulama MUI kota Pematangsiantar angkatan Pertama tahun 2025 yang sudah berjalan dengan baik, semoga ke depannya langkah baik inisiasi awal program seperti ini dapat ditingkatkan lagi menjadi program unggulan MUI Kota Pematangsiantar.
Pada kesempatan yang sama, Kakan Kemenag kota Pematangsiantar Dr. H. Al Ahyu, MA, menambahkan bahwa Kementerian Agama Kota Pematangsiantar sangat mendukung program ini, sebab khazanah kitab kitab turots yang di tulis dan di wariskan ulama terdahulu perlu di rawat dan dijaga. Penjagaan warisan turost islami ini, hanya dapat dilanjutkan melalui semangat belajar, tidak hanya dikembangkan melalui pesantren dan pendidikan formal lainnya tetapi dapat juga di budayakan melalui halaqoh halaqoh pembelajaran kader ulama. Islam pernah memimpin sejarah peradaban dunia melalui ilmu pengetahuan, salah satunya dikarenakan budaya belajar dengan semangat falsafah Iqra yang di inspirasi dari Al-Qur'an Surat Al Alaq.
Dalam kegiatan yang berlangsung dimulai sejak pukul 09.00 wib tersebut tampak hadir Walikota Pematangsiantar yang diwakili oleh asisten II pemko Pematangsiantar, H. Zainal Siahaan, SE MM, perwakilan bank Indonesia kota Pematangsiantar, beserta guru pembimbing, siswa yang menjadi peserta Pendidikan dasar kader ulama sebanyak dua puluh peserta, orang tua para peserta PDKU yang mendapatkan penghargaan santri terbaik dan para undangan lainnya, telah mengikuti kegiatan yang di awali dengan pembacaan Al-Qur'an oleh seorang santriah kemudian rangkaian kegiatan di tutup dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada para pembimbing semua guru PDKU MUI Kota Pematangsiantar tahun 2025.
KA KUA Siantar Marimbun Muhammad Hasan Basri , yang juga seorang pembimbing pada Program PDKU ini mengungkapkan bahwa sertifikat penghargaan yang diterima, menjadi simbol kebanggaan bagi seorang guru, di saat mendidik siswa, Seorang guru tidak pernah mengharapkan apapun dari seorang murid, tetapi guru mempunyai beban moral agar santri nya dapat memperoleh keberhasilan di masa depannya.
Selamat kepada santri, jadikan ilmu yang dipelajari sebagai modal untuk berproses, tidak berhenti dengan apa yang dipelajari saat ini, teruslah berjalan dalam pencarian ilmu, baik ilmu agama dan juga sains, supaya mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman, " pungkasnya.