Ka KUA Rantau Utara Berikan Tausiah Pengajian Bundo Kanduang Minangkabau
Daerah

Ka KUA Rantau Utara Berikan Tausiah Pengajian Bundo Kanduang Minangkabau

  05 Dec 2025 |   43 |   Penulis : Humas Cabang APRI Labuhanbatu |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Rantauprapat, (Humas). Kepala KUA Rantau Utara, Dr. H. Darman, S.Ag., MA memberikan taushiah di pengajian Bundo Kanduang Masyarakat Minangkabau yang ada di kota Rantauprapat di gedung Badan Musyawarah Masyarakat Minangkabau (BM3) di jalan H, Adam Malik/By Pass Rantauprapat, Kamis, (04/12). Pengajian ini dihadiri sekitar 30 orang anggota pengajian yang datang dari beberapa tempat di kota Rantauprapat.

Ketua pengajian Bundo Kandung, Dra. Syuhada yang juga pensiunan pegawai kementerian agama, mengatakan bahwa pengajian Bundo Kanduang adalah perkumpulan amal sosial.sekaligus pengajian sebagian masyarakat Minang di Rantauprapat ini. Organisasi ini bertujuan menjaga silaturrahmi dan menjadi wadah tolong menolong bagi anggotanya yang ditimpa kesusahan. Pengajian dilakukan sekali sebulan dan diadakan di gedung BM3 ini. Anggotanya bukan hanya asli orang Minang tetapi boleh menantu anggota yang bukan orang Minang. Bahasa adatnya Urang Sumando.

Dalam taushiahnya, Darman mengutip ayat al-Quran surah Al nisa ayat 1 yang menjeslakan bahwa manusia diperintahkan untuk bertaqwa kepada Allah yang telah menciptakan manusia dari Adam dan Hawa. Kemudian dari Adam dan Hawa manusia berkembang biak ke seluruh penjuru bumi dan hedaklah dikarenakan Allah, mereka saling meminta/tolong menolong dan tetap berkasih sayang, karena Allah akan selalu mengitai semua perbuatan mereka dan kepada seluruh anggota pengajian, Darman meminta agar selalu menjaga kekompakan dan mendukung seluruh program yang telah ditetapkan.

“Sebagaimana diketahui orang minang itu adalah masyarkat yang agamis dan suka bergotong royong. Budayanya yang kaya dengan tradisi dan seni yang berpadu dengan nilai-nilai islami, tercermin dalam pepatah “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” (adat bersendi syariat, syariat bersendi al-Quran). Untuk itu mari kita jaga budaya yang mulia itu walaupun kita hidup di perantauan, tapi nilai-nilai budaya kita yang luhur itu tetap kita lestarikan tanpa tidak lupa menghargai budaya dan nilai-nilai masyarakat dimana kita tinggal. Seperti kata orang minang juga, Dimano langik dijunjung, di situ bumi dipijak (Di bawah langit kita tinggal, di bumi yang kita pijak itu juga kita harus menyesuaikan diri”), ujar Darman.

Ketua pengajian Bundo Kandung, Dra. Syuhada yang juga pensiunan pegawai kementerian agama, mengatakan bahwa pengajian Bundo Kanduang adalah perkumpulan amal sosial.sekaligus pengajian sebagian masyarakat Minang di Rantauprapat ini. Organisasi ini bertujuan menjaga silaturrahmi dan menjadi wadah tolong menolong bagi anggotanya yang ditimpa kesusahan. Pengajian dilakukan sekali sebulan dan diadakan di gedung BM3 ini. Anggotanya bukan hanya asli orang Minang tetapi boleh menantu anggota yang bukan orang Minang. Bahasa adatnya Urang Sumando.

Menutup kata sambutannya, Dra. Syuhada mengucapkan terimakasih atas berkenannya Bapak Kepala KUA hadir memberikan taushiah di pengajian ini. Dan dengan taushiah tadi bisa lmemberikan semangat persatuan dan terus terjaga kekompakan sesama orang Minang yang ada di Rantauprapat ini khusus di Pengajian Bundo Kanduang ini.

Bagikan Artikel Ini

Infografis