Ka. KUA Pancur Batu Tegaskan Komitmen Moderasi Beragama Lewat Rapat Koordinasi Bersama Staff
Daerah

Ka. KUA Pancur Batu Tegaskan Komitmen Moderasi Beragama Lewat Rapat Koordinasi Bersama Staff

  11 Nov 2025 |   33 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pancur Batu (Humas KUA) – Dalam rangka memperkuat pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama serta mendukung gerakan nasional moderasi beragama, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, memimpin Rapat Koordinasi dengan seluruh staf dan penyuluh, bertempat di Aula KUA Kecamatan Pancur Batu pada Selasa, (11/10).

Rapat ini dihadiri oleh jajaran pelaksana dan tenaga fungsional KUA, yaitu Khoiriyah Nurul Abdulloh, S.Pd (Penyuluh Agama Islam), Perdamenta br Ginting, M.PAK (Penyuluh Agama Kristen), Boby Marfansyah Maduwu, S.H (Penghulu), serta Irwan, S.Pd.I (Penata Layanan Operasional). Seluruh peserta rapat terlibat aktif dalam membahas strategi dan langkah implementatif menuju pembentukan Kampung Moderasi Beragama di wilayah Kecamatan Pancur Batu.

Dalam arahannya, Ilyas menegaskan bahwa pembentukan Kampung Moderasi Beragama bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan nyata yang harus segera diimplementasikan di tingkat masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas unsur KUA — mulai dari penyuluh, penghulu, hingga staf pelayanan — untuk bersama-sama menggerakkan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama.

“Kampung Moderasi Beragama adalah cerminan dari wajah toleransi, kebersamaan, dan kerukunan masyarakat. KUA harus menjadi garda terdepan dalam memberikan teladan dan memastikan nilai-nilai itu hidup di tengah masyarakat Pancur Batu,” ujar  Ilyas dengan tegas.

Beliau juga mengingatkan bahwa KUA sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tingkat kecamatan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai agama yang menyejukkan, memperkuat kerukunan umat, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kemanusiaan dan kebangsaan. Dengan demikian, program Kampung Moderasi Beragama harus dikelola secara terencana, sistematis, dan berdampak nyata.

Rapat ini menjadi langkah nyata pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama, delapan program strategis yang menjadi arah kebijakan seluruh jajaran Kemenag. Beberapa poin penting Asta Protas yang ditekankan dalam rapat antara lain : Penguatan Moderasi Beragama – menjadi landasan utama dalam pembentukan Kampung Moderasi yang menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan atas nama agama.

Peningkatan Kerukunan Umat Beragama dan Cinta Kemanusiaan – diwujudkan melalui kegiatan lintas iman, gotong royong sosial, dan pembinaan masyarakat yang inklusif. Peningkatan Kualitas Layanan Keagamaan yang Berdampak – memastikan bahwa setiap pelayanan, bimbingan, dan penyuluhan agama di wilayah kerja KUA memiliki efek positif terhadap kesejahteraan dan keharmonisan sosial.

Ilyas menambahkan bahwa nilai-nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan) harus menjadi jiwa dalam setiap kegiatan KUA, baik di bidang pelayanan nikah, penyuluhan, maupun kegiatan sosial keagamaan lainnya. Ia berharap para penyuluh agama dari berbagai agama dapat bersinergi dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup damai dan saling menghormati.

Dalam kesempatan tersebut, Khoiriyah Nurul Abdulloh sebagai Penyuluh Agama Islam dan Perdamenta br Ginting, sebagai Penyuluh Agama Kristen juga memberikan pandangan tentang strategi membangun kerukunan melalui pendekatan keagamaan yang humanis.

Keduanya sepakat bahwa kampung moderasi tidak hanya menonjolkan aspek keagamaan formal, tetapi juga menumbuhkan nilai sosial kemanusiaan seperti gotong royong, kepedulian, dan solidaritas antarwarga. Dengan kolaborasi lintas penyuluh dan lembaga, diharapkan Pancur Batu dapat menjadi contoh nyata wilayah yang harmonis dan religius.

Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain:

  • Penentuan desa atau kelurahan yang akan menjadi pilot project Kampung Moderasi Beragama di Pancur Batu.

  • Penyusunan program pembinaan lintas agama, pelatihan toleransi, serta kegiatan sosial bersama masyarakat.

  • Pembentukan tim pelaksana kampung moderasi yang terdiri dari unsur KUA, tokoh agama, dan perwakilan masyarakat.

Ilyas menutup rapat dengan pesan motivatif agar seluruh staf KUA bekerja dengan semangat pengabdian dan profesionalisme. “Kita tidak hanya bertugas melayani urusan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan perdamaian. Itulah makna sejati dari Moderasi Beragama,” tutupnya.

Dengan terlaksananya rapat koordinasi ini, KUA Pancur Batu menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor terdepan dalam implementasi Kampung Moderasi Beragama di Kabupaten Deli Serdang. Diharapkan program ini dapat memperkuat harmoni antarumat, menumbuhkan kesadaran beragama yang seimbang, serta mewujudkan masyarakat Pancur Batu yang rukun, toleran, dan berakhlak mulia sesuai dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis