Berampu, (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Berampu menghadiri undangan pertemuan lintas sektoral dalam rangka Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulanan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Berampu, pada hari ini Kamis (11/12) di aula utama puskesmas. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Muspika Berampu, kepala desa se-Kecamatan Berampu, kader kesehatan, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, TP-PKK, serta para pemangku kepentingan dari berbagai instansi.
Lokakarya Mini Triwulanan ini merupakan agenda rutin Puskesmas Berampu sebagai sarana koordinasi, evaluasi, dan sinkronisasi program kesehatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan, memperkuat kemitraan lintas sektor, serta menyusun langkah strategis dalam mendukung prioritas pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan Berampu.
Dalam lokakarya ini, pihak Puskesmas memaparkan capaian program triwulan sebelumnya, termasuk perkembangan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA), program imunisasi, upaya pencegahan penyakit menular maupun tidak menular, serta perkembangan kasus stunting di wilayah kerja puskesmas. Selain itu, juga dibahas tantangan lapangan seperti kurangnya keterlibatan masyarakat di beberapa desa, kendala geografis, serta perlunya peningkatan edukasi kesehatan.
Puskesmas Berampu menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam memastikan setiap program dapat berjalan optimal, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting, meningkatkan cakupan imunisasi, memperkuat kesehatan lingkungan, dan membangun budaya hidup bersih serta sehat.
Kepala KUA Berampu Azan Sagala, S.Ag., MM dalam kesempatan tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan lokakarya dan menegaskan bahwa KUA merupakan bagian dari unsur pemerintah di tingkat kecamatan yang memiliki peran strategis dalam pembinaan masyarakat, khususnya pada aspek penguatan keluarga.
"Kami di KUA Berampu berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan Puskesmas, baik melalui edukasi dalam bimbingan pranikah, penyuluhan keluarga sakinah, maupun penyampaian informasi kesehatan di berbagai kegiatan keagamaan dan majelis taklim. Sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar seluruh program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara menyeluruh," ujar Azan Sagala.
Beliau juga menambahkan bahwa penguatan keluarga, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pola asuh anak, dan edukasi gizi dapat dioptimalkan melalui kolaborasi antara KUA dan Puskesmas, sehingga pembinaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan lokakarya berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tukar pendapat antarinstansi. Para peserta memberikan masukan strategis untuk mengatasi kendala program kesehatan, di antaranya: 1. Perlunya peningkatan sosialisasi kesehatan berbasis komunitas dan keagamaan. 2. Perluasan kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi keluarga. 3. Optimalisasi peran pemerintah dalam pelaksanaan Bimbingan kepada Calon pengantin 4. Penguatan komunikasi antarinstansi untuk mempercepat penanganan kasus kesehatan prioritas.
Komitmen bersama ini menjadi dasar bagi Puskesmas dan seluruh perangkat kecamatan untuk menjalankan program kesehatan ke depan dengan lebih terkoordinasi dan efektif. Dengan kehadiran KUA Berampu dalam forum lintas sektoral ini, diharapkan terbentuk kolaborasi yang semakin solid antara KUA, Puskesmas, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat Berampu yang lebih sehat, sejahtera, dan memiliki ketahanan keluarga yang kuat.
Lokakarya Mini ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut serta ajakan Puskesmas kepada seluruh instansi untuk terus menjaga koordinasi dalam menjalankan agenda kesehatan masyarakat di Kecamatan Berampu. (PB)