Jadi Narasumber, Ketua APRI Banjarnegara Suarakan Perubahan, Tekankan Disiplin dan Digitalisasi Administrasi KUA Jadi Wajah Modern Pelayanan!
29 Aug 2025 | 177 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam mengadakan kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi (Tusi) Analisis Jabatan (Anjab) serta Analisis Beban Kerja (ABK) bagi pelaksana administrasi Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kabupaten Banjarnegara pada Kamis, 28 Agustus 2025 bertempat di di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang pelaksana administrasi KUA dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat para peserta untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas dalam mengemban tugas.
Kepala Seksi Bimas Islam Slamet Wahyudi membuka acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksana administrasi memegang peran strategis dalam penyelenggaraan layanan KUA. Administrasi menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang hendak mengurus berbagai keperluan, mulai dari pencatatan pernikahan, pelayanan wakaf, bimbingan keluarga sakinah, hingga urusan keagamaan lainnya.
“Administrasi adalah wajah KUA. Jika administrasi tertata rapi, maka pelayanan masyarakat pun akan terasa mudah, cepat, dan akuntabel. Dengan penguatan Anjab dan ABK, kita ingin memastikan setiap pegawai bekerja sesuai tugasnya, beban kerjanya jelas, serta target layanan bisa tercapai dengan maksimal,” tegasnya.
Ketua Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten banjarnegara, Heri Purnomo Adi, Selaku Narasumber dan juga sekaligus menjabat Sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Susukan menyampaikan enam nilai penting yang perlu dipegang teguh oleh setiap pelaksana administrasi KUA dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.
”Pertama, disiplin yang prima, karena secara filosofis hal itu selalu berkorelasi dengan hal-hal positif dalam kehidupan. Kedua, bekerja harus profesional: cepat, tepat, bersih, dan benar. Ketiga, orientasi kerja harus selalu bermutu agar hasil yang kita berikan kepada masyarakat memiliki nilai lebih.
Keempat, kuasai teknologi digital sebagai sarana mendukung pelayanan di era modern. Kelima, jadilah pembelajar sepanjang hayat, karena dunia administrasi dan layanan publik selalu berkembang. Dan keenam, jangan pernah berhenti mendorong diri untuk meraih prestasi, sekecil apapun prestasi itu akan berdampak positif pada pelayanan,” ungkapnya.
Para pelaksana administrasi KUA yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, bahkan berbagi pengalaman terkait tantangan sehari-hari di kantor. Salah seorang peserta dari KUA Susukan menyampaikan kesannya bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru. “Selama ini kami bekerja berdasarkan rutinitas, tapi dengan adanya penjelasan tentang Anjab dan ABK, kami jadi tahu bahwa setiap pekerjaan ternyata bisa diukur dan dievaluasi. Ini membuat kami lebih paham pentingnya kedisiplinan, efisiensi, dan pertanggungjawaban dalam setiap layanan,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, Bimas Islam menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Hal ini menjadi bukti komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan mutu pelayanan publik, serta menjaga marwah KUA sebagai institusi keagamaan yang melayani umat dengan sepenuh hati.