Inspirasi Pelayanan Prima: Ka KUA Medan Perjuangan Berbagi Praktik Baik Lewat Vibra Podcast
10 Dec 2025 | 28 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Medan | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Podcast yang berlangsung di ruangan khusus Kemenag Batubara pada hari Selasa (09/12) ini dipandu oleh host Muhammad Badrul, S.H. Sebagai Penghulu H. Ramlan mengisahkan tantangan unik yang ia hadapi di tengah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat melanda Kota Medan pada pekan sebelumnya.
Sebagai seorang Kepala KUA sekaligus Penghulu, ia dihadapkan pada situasi di mana transportasi sulit didapatkan, namun tugas negara untuk melayani pencatatan nikah tidak boleh terhambat. Keputusan tak terduga pun diambilnya: menggunakan sepeda sebagai kendaraan alternatif demi memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima.
"Kelangkaan BBM bukan alasan bagi seorang Penghulu untuk berputus asa atau menunda pelayanan. Tugas pencatatan nikah adalah amanah yang harus dilaksanakan tepat waktu," ujar H. Ramlan, mengisahkan momen ia mengayuh sepeda menuju lokasi akad nikah. Tindakan ini menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan prima.
Kisah ini sontak menarik perhatian host dan pendengar podcast. H. Ramlan menjelaskan bahwa penggunaan sepeda itu adalah simbol bahwa seorang ASN, khususnya Penghulu, harus selalu mencari solusi dan menggunakan kendaraan atau cara alternatif apa pun yang memungkinkan demi menunaikan kewajiban, terutama di saat-saat darurat.
Dedikasi seperti yang ditunjukkan H. Ramlan, ini merupakan contoh nyata dari nilai-nilai profesionalitas dan integritas yang harus dimiliki oleh setiap aparatur Kemenag. Semangat untuk tidak menyerah pada kendala teknis demi kepentingan masyarakat menjadi pesan utama yang disampaikannya.
H. Ramlan, berharap bahwa tayangan Podcast Vibra Kemenag Batubara yang menayangkan kisahnya ini nantinya dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sejawatnya, baik di lingkungan KUA maupun seluruh jajaran Kemenag. Beliau mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai profesionalitas dalam setiap aspek pelayanan publik.
Tayangan podcast ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar dan memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa para Penghulu adalah garda terdepan yang siap berkorban dan berinovasi dalam melayani pencatatan pernikahan, terlepas dari rintangan logistik yang mungkin terjadi. (MHS)