Do’a Menggema di Lapangan Pancur Batu, KUA Hadir Menyemai Semangat Kepahlawanan dan Kemanusiaan
Daerah

Do’a Menggema di Lapangan Pancur Batu, KUA Hadir Menyemai Semangat Kepahlawanan dan Kemanusiaan

  11 Nov 2025 |   44 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pancur Batu, (Humas). Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan pemerintahan tingkat kecamatan. Pada upacara yang digelar di Lapangan Kantor Camat Pancur Batu, Senin, (10/11), perwakilan KUA Pancur Batu, Irwan, S.Pd.I, dipercaya menjadi petugas doa dalam rangkaian kegiatan upacara peringatan tersebut.

Upacara yang berlangsung dengan penuh khidmat itu diikuti oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pancur Batu, jajaran ASN, TNI, Polri, pelajar, serta tokoh masyarakat dari berbagai elemen. Seluruh peserta tampak antusias dan menunjukkan semangat kebangsaan dalam mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia.

Bertindak sebagai Pembina Upacara yaitu Camat Pancur Batu, Ibu Sandra Dewi Situmorang, S.STP., M.Si, yang sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Bapak Saifullah Yusuf. Dalam amanat tersebut disampaikan pesan agar seluruh rakyat Indonesia terus meneladani semangat juang para pahlawan, menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan, serta berkontribusi dalam membangun bangsa sesuai bidang dan profesinya masing-masing.

Sebelum pelaksanaan doa, Kepala KUA Pancur Batu, H. Ilyas, M.A, memberikan pembinaan dan nasihat kepada Irwan selaku petugas doa. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab dan penghayatan, sesuai dengan nilai-nilai Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada poin “Peningkatan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan” serta “Layanan Keagamaan yang Berdampak.”

Menurutnya, doa yang dipanjatkan dalam momen nasional seperti Hari Pahlawan bukan sekadar bagian dari susunan upacara, melainkan bentuk refleksi spiritual dan kebangsaan. Melalui doa, masyarakat diingatkan bahwa perjuangan para pahlawan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengandung nilai moral, keikhlasan, dan pengorbanan yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

“Kita ingin doa yang dibacakan mampu menggugah kesadaran, menumbuhkan semangat cinta tanah air, dan memperkuat rasa persaudaraan antarwarga. Itulah hakikat layanan keagamaan yang berdampak — menyentuh hati dan membawa perubahan positif,” pesan  Ilyas kepada petugas doa.

Pada pelaksanaan upacara, Irwan memimpin doa dengan penuh penghayatan. Dalam doanya, ia memohon kepada Allah SWT agar para pahlawan yang telah gugur memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya, serta agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan dan persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Suasana lapangan menjadi hening dan khidmat saat doa dipanjatkan, menggambarkan kekhusyukan seluruh peserta upacara dalam mengenang jasa para pejuang.

Kepala KUA Pancur Batu juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Beliau menilai keikutsertaan KUA dalam kegiatan tingkat kecamatan merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mewujudkan nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Partisipasi KUA dalam kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata sinergi antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah. KUA tidak hanya hadir dalam urusan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan karakter bangsa melalui kegiatan sosial dan kebangsaan,” ungkapnya.

Upacara peringatan Hari Pahlawan di Kecamatan Pancur Batu berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat nasionalisme. Melalui momentum ini, seluruh peserta diharapkan dapat meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan, menumbuhkan kesadaran untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa, serta memperkokoh semangat cinta tanah air yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Dengan demikian, kehadiran KUA Pancur Batu dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai pelengkap upacara, melainkan sebagai wujud nyata peran ASN Kementerian Agama dalam menanamkan nilai spiritualitas dan nasionalisme yang berdampak bagi masyarakat.

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis