“Dari Tanah Jadi Pahala Abadi” Dua Wakaf Sekaligus di Kendaga, Bukti Ibadah Bisa Tinggalkan Jejak Selamanya
Daerah

“Dari Tanah Jadi Pahala Abadi” Dua Wakaf Sekaligus di Kendaga, Bukti Ibadah Bisa Tinggalkan Jejak Selamanya

  23 Jan 2026 |   6 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara  – Suasana Masjid Nurul Iman, Desa Kendaga RT 02 RW 01, Kamis (22/1/2026), terasa berbeda dari biasanya. Bukan hanya tempat salat, masjid itu pagi hari menjadi saksi lahirnya dua amal jariyah sekaligus. Dua bidang tanah resmi diikrarkan sebagai wakaf dalam satu momentum penuh haru dan kekhidmatan.

Dua wakif dengan niat mulia menyerahkan sebagian hartanya untuk kepentingan umat. Bidang pertama seluas 334 meter persegi diwakafkan oleh Ny. Sumarno alias Munah untuk pengembangan Masjid Nurul Iman. Sementara itu, bidang kedua seluas 44 meter persegi diwakafkan oleh Sukirman untuk sarana pendidikan agama, sebagai bekal generasi masa depanuh.

Ikrar wakaf dipandu langsung oleh PPAIW sekaligus Kepala KUA Banjarmangu, Muhamad Zayin Bunani, yang memimpin prosesi dengan penuh khidmat, disaksikan para nadzir, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada para wakif atas ketulusan dan kepedulian sosial keagamaan yang ditunjukkan.

“Wakaf ini bukan hanya tentang tanah, tetapi tentang warisan pahala yang terus mengalir. Apa yang Bapak dan Ibu berikan hari ini, insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang manfaatnya dirasakan generasi demi generasi,” ungkapnya.

Beliau juga berpesan kepada para nadzir agar amanah dalam mengelola wakaf secara profesional, transparan, dan produktif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Prosesi ikrar berlangsung dengan suasana tenang dan haru. Doa-doa dipanjatkan, seolah menguatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun akan menjadi investasi akhirat yang tak ternilai.

Di tengah gaya hidup modern, momen ini menjadi pengingat kuat, terutama bagi generasi muda bahwa legacy terbaik bukan sekadar materi, tapi manfaat yang terus hidup. Wakaf menjadi bukti bahwa ibadah bisa berdampak nyata dan bertahan lama.

Dari sebidang tanah di desa kecil, tumbuh harapan besar: masjid yang semakin makmur dan pendidikan agama yang semakin kuat.

Karena sejatinya, kebaikan yang ditanam hari ini akan dipanen selamanya. 

(Ahy/azd)

Bagikan Artikel Ini

Infografis