Ciptakan Semangat Mengaji, Penghulu KUA Laubaleng Silahturahmi Bersama Santri Nurul Yaqin
Daerah

Ciptakan Semangat Mengaji, Penghulu KUA Laubaleng Silahturahmi Bersama Santri Nurul Yaqin

  07 May 2026 |   19 |   Penulis : Humas Cabang APRI Karo |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Lau Baleng, (Humas). Suasana di halaman Masjid Nurul Yaqin, Desa Perbulan, Kecamatan Laubaleng, tampak berbeda dan jauh lebih semarak pada Rabu malam (06/05). Usai menunaikan ibadah shalat Isya dan tadarus Al-Qur'an, belasan anak-anak yang tergabung dalam program Maghrib Mengaji tidak bergegas pulang. Tawa riang dan aroma sedap ayam yang dipanggang di atas bara api segera mendominasi udara, menandai dimulainya acara kebersamaan yang digagas oleh CPNS KUA Laubaleng. Kegiatan ini bukan sekadar makan-makan biasa, melainkan sebuah inovasi pendekatan humanis untuk merangkul generasi muda melalui pendekatan keagamaan yang menyenangkan.

Acara yang berlangsung hangat ini diinisiasi langsung oleh Hijrah Alkhoir, seorang CPNS Penghulu yang bertugas di KUA Kecamatan Laubaleng. Dengan penuh semangat, Hijrah membaur bersama adik-adik santri, mulai dari proses menyiapkan bumbu, membakar ayam, hingga menyajikannya di atas hamparan daun pisang untuk dimakan bersama.

Kehadiran sosok Penghulu muda yang energik ini memberikan warna baru, meruntuhkan sekat kaku, dan membuktikan bahwa KUA dan tokoh agama hadir tidak hanya untuk urusan administratif atau formalitas semata, tetapi juga sebagai sahabat dan pembimbing yang tulus bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Di sela-sela keseruan membakar ayam, Hijrah Alkhoir menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya membangun kedekatan emosional dengan para santri sejak dini. Menurutnya, tugas seorang Penghulu dan aparatur KUA di era modern ini harus melampaui batas dinding kantor untuk memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. "Kami di KUA Laubaleng ingin menunjukkan bahwa kehadiran kami adalah untuk melayani dan merangkul semua lapisan, termasuk adik-adik santri ini. Melalui momen santai seperti bakar ayam ini, kami berupaya menyisipkan nilai-nilai moral, kemandirian, dan kekompakan. Kami ingin menanamkan kesan bahwa belajar agama itu asyik," ujar Hijrah Alkhoir dengan senyum khasnya.

Inovasi kegiatan yang dilakukan oleh Hijrah mendapatkan sambutan yang sangat positif dan antusias dari para santri Nurul Yaqin. Zahro, salah satu murid Maghrib Mengaji yang ikut sibuk membantu membolak-balikkan ayam di atas panggangan, mengaku sangat senang dan bangga bisa beraktivitas bersama sosok gurunya yang juga seorang Penghulu dari KUA.

"Seru banget acaranya! Biasanya kan cuma mengaji saja, tapi malam ini kami bisa bakar ayam dan makan bareng-bareng. Bang Hijrah orangnya asyik dan tidak kaku, kami jadi tidak malu untuk bertanya dan bercerita. Semoga Bang Hijrah sering-sering buat acara seperti ini lagi untuk kami," kata Zahro dengan wajah ceria penuh semangat.

Kegiatan positif yang memadukan pendidikan karakter, penguatan mental spiritual, dan rekreasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru Maghrib Mengaji lainnya terkhusus Penyuluh dan Penghulu untuk memaksimalkan perannya di masyarakat.

Sinergi yang harmonis KUA Laubaleng dengan masyarakat Desa Perbulan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan yang menyentuh hati mampu meningkatkan semangat belajar agama di kalangan generasi muda sekaligus melambungkan citra positif KUA Laubaleng sebagai institusi yang melayani dengan hati. (HIJ)

Bagikan Artikel Ini

Infografis