Daerah
Cetak Generasi Qurani, KUA Sidikalang Gelar Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an
19 Dec 2025 | 36 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat. Pada Selasa (16/12), tim Penyuluh Agama Islam (PAI) bersama staf KUA Sidikalang melaksanakan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an yang dipusatkan di Masjid Jabal Nur, Delleng Amal. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh umat Muslim di wilayah tersebut mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.
Program yang berlangsung di lingkungan Delleng Amal ini dipandu langsung oleh tim instruktur yang berpengalaman. Para petugas yang terjun ke lapangan terdiri dari Sawal Dabutar, S.Sos.I, Nurul Ella Padang, serta Dian Mahardika, S.S. Ketiganya bekerja sama memberikan bimbingan intensif kepada para jamaah, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga teknik tajwid dasar, guna menumbuhkan kepercayaan diri peserta dalam melantunkan ayat suci.
Kegiatan ini mendapatkan perhatian khusus dan apresiasi tinggi dari Kepala KUA Kecamatan Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM. Beliau menyatakan bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an adalah fondasi utama bagi seorang Muslim untuk memahami isi kandungan kitab suci. Menurutnya, program ini adalah bentuk pelayanan prima KUA dalam bidang bimbingan masyarakat Islam guna menekan angka buta aksara Al-Qur'an di tingkat kelurahan dan desa.
Dalam pelaksanaannya, Sawal Dabutar menjelaskan bahwa metode pembelajaran dilakukan secara komunikatif dan persuasif agar peserta, terutama kalangan dewasa, tidak merasa canggung untuk belajar. Fokus utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses atau waktu untuk belajar mengaji. Dengan mendatangi langsung masjid di lingkungan warga, diharapkan hambatan jarak dan waktu dapat teratasi.
Nurul Ella Padang, sebagai salah satu pelaksana, menambahkan bahwa antusiasme masyarakat Delleng Amal sangat luar biasa. Peserta yang hadir tidak hanya datang dari kalangan orang tua, tetapi juga beberapa remaja yang ingin memperbaiki bacaannya. Pendekatan personal yang dilakukan oleh para penyuluh membuat suasana belajar menjadi lebih cair dan penuh kekeluargaan, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah diserap oleh para peserta.
Sementara itu, Dian Mahardika menekankan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar dibaca, tetapi harus menjadi pedoman hidup. Melalui program pemberantasan buta aksara ini, pihak KUA berharap masyarakat tidak hanya sekadar mengenal huruf, tetapi juga mulai mencintai Al-Qur'an sebagai bacaan harian. Langkah kecil ini diharapkan menjadi pemicu bagi terbentuknya majelis-majelis tadarus mandiri di Masjid Jabal Nur setelah program ini selesai dilaksanakan.
Kepala KUA, H. Abdul Yajid Lingga, dalam arahannya juga menegaskan bahwa peran penyuluh dan staf KUA sebagai ujung tombak kementerian agama sangat krusial. Beliau berpesan agar program ini terus dipantau perkembangannya dan dilakukan secara berkala. "Kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi warga muslim di Sidikalang yang merasa terpinggirkan dalam mempelajari kitab sucinya karena keterbatasan akses pendidikan agama," tegas beliau.
Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi singkat terhadap kemampuan membaca para peserta sebagai tolak ukur keberhasilan bimbingan. Para jamaah Masjid Jabal Nur menyambut positif inisiatif ini dan berharap kehadiran para penyuluh dari KUA Sidikalang dapat terus berlanjut di masa mendatang. Dengan sinergi yang kuat antara KUA dan masyarakat, visi mewujudkan masyarakat Sidikalang yang religius dan qurani diharapkan dapat segera tercapai. (MHS)