Catin Cerdas, Bebas Stunting: KUA Batu Sopang Hadirkan Bimbingan Perkawinan Holistik
Daerah

Catin Cerdas, Bebas Stunting: KUA Batu Sopang Hadirkan Bimbingan Perkawinan Holistik

  28 Aug 2025 |   152 |   Penulis : Humas APRI Kab. Paser |   Publisher : Biro Humas APRI Kalimantan Timur

Batu Sopang  - Kantor Urusan Agama Batu Sopang sukses menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang berfokus pada pembinaan keluarga secara holistik. Acara yang terselenggara pada Kamis, 28 Agustus 2025, ini dihadiri oleh 7 pasang calon pengantin (catin) dan mendapat dukungan penuh dari PT. Petrosea Site Kideco Jaya Agung, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program pencegahan stunting dan pembangunan sumber daya manusia di lingkungan sekitar.

Kepala KUA Batu Sopang, Muhammad Jarkasi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan adalah langkah krusial bagi calon pengantin untuk mempersiapkan diri secara komprehensif. "Pernikahan bukan hanya perihal akad nikah, melainkan sebuah ibadah terpanjang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 'Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh sisanya'," ujar beliau. Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan wujud nyata KUA dalam menjalankan fungsi pembinaan umat, sejalan dengan visi Kementerian Agama.

Sesi inti Bimwin disampaikan oleh dua narasumber utama. Bapak Hasan Fauzi, Kepala KUA Muara Komam, memaparkan materi tentang fondasi pernikahan dalam Islam, termasuk pilar perkawinan dan tujuan hidup manusia dalam perspektif agama. Materi ini bertujuan membimbing calon pengantin agar memahami bahwa pernikahan merupakan jalan untuk mencapai ketenangan jiwa (sakinah) dan membangun hubungan yang didasari cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah).

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi krusial mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting, yang disampaikan oleh tim Puskesmas Batu Kajang. Bidan Lutfia Ulfah, Ahli Gizi Mahmuda Yanti, dan Promkes Badrani Abbas Alfajri secara bergantian menyampaikan materi yang relevan. Mereka menekankan bahwa kesehatan reproduksi dan kecukupan gizi calon ibu merupakan faktor penentu utama dalam mencegah stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Tim Puskesmas juga menjelaskan langkah-langkah praktis, seperti pentingnya konsumsi tablet tambah darah dan pola hidup sehat, yang harus dipersiapkan sejak sebelum menikah.

Kegiatan Bimwin ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Salah satu calon pengantin mengungkapkan bahwa bimbingan ini memberikan pemahaman baru bahwa persiapan pernikahan mencakup aspek yang lebih luas, termasuk kesehatan dan gizi bagi calon keluarga. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan sertifikat, dan foto bersama.

Penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan ini merupakan manifestasi dari tugas dan fungsi utama KUA yang tidak hanya terbatas pada pencatatan nikah, tetapi juga meliputi fungsi pembinaan keluarga, sosial, dan pengawasan. Melalui program ini, KUA Batu Sopang secara nyata berperan aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi ketahanan bangsa. Sinergi dengan Puskesmas dan pihak swasta seperti PT. Petrosea menunjukkan bahwa KUA telah bertransformasi menjadi pusat layanan yang holistik dan relevan dengan tantangan sosial-kemasyarakatan, seperti pencegahan stunting dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sejak dini.

Melalui kegiatan ini, KUA Batu Sopang menegaskan peran strategisnya sebagai garda terdepan dalam pembinaan keluarga, yang tidak hanya berorientasi pada urusan administratif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kualitas generasi masa depan bangsa. Sinergi dengan pihak swasta seperti PT. Petrosea diharapkan dapat terus berlanjut untuk memperkuat program-program pembinaan masyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Infografis