BRUS MTS Ma’arif NU Jatilawang: Bentengi Remaja, Cegah Pernikahan Dini, dan Dorong Semangat Berprestasi
Daerah

BRUS MTS Ma’arif NU Jatilawang: Bentengi Remaja, Cegah Pernikahan Dini, dan Dorong Semangat Berprestasi

  04 Sep 2025 |   91 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara – Madrasah Tsanawiyah (MTS) Ma’arif NU Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai upaya membekali siswa dengan pengetahuan, motivasi, dan kesadaran diri untuk menghadapi tantangan remaja, Kamis (04/09/2025). Kegiatan ini diisi oleh beberapa pemateri yang membahas isu penting bagi perkembangan remaja.


Hadir tim narasumber dari KUA Wanayasa Fasilitator BRUS Toto Subagyo dan Fasilitator Bimwin Tri Usiyawati. Toto Subagyo memaparkan tentang problematika remaja dan pencegahan pernikahan dini. “Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Jika tidak diarahkan, bisa terjerumus pada hal-hal negatif. Karena itu, perlu kesadaran untuk menunda pernikahan sampai benar-benar siap, agar tidak menyesal di kemudian hari,” tegas Toto.


Sementara itu, Tri Usiyawati menyampaikan materi tentang pencegahan kenakalan remaja. Ia mengingatkan pentingnya lingkungan pergaulan yang baik serta pengawasan diri. “Kenakalan remaja sering berawal dari hal kecil, seperti membolos, berbohong, atau malas belajar. Jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi perilaku yang lebih berbahaya. Karena itu, remaja harus pandai memilih teman dan menjaga akhlak,” ujar Tri.


Materi berikutnya disampaikan oleh Siti Roikhanatut Toyyibah yang membawakan tema motivasi belajar. Ia menekankan bahwa belajar adalah bekal utama untuk menggapai masa depan. “Belajar bukan hanya untuk mendapatkan nilai bagus, tetapi juga untuk membentuk diri agar lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan hidup. Jangan mudah menyerah, karena setiap usaha akan membuahkan hasil,” tutur Hana.


Adapun Warti mengajak siswa agar selalu menumbuhkan semangat berprestasi. Ia menegaskan bahwa setiap remaja memiliki potensi yang bisa dikembangkan jika dibarengi disiplin dan semangat juang. “Prestasi bukan hanya milik orang yang pintar, tetapi milik siapa saja yang mau berusaha. Jangan takut gagal, karena kegagalan justru bisa menjadi motivasi untuk terus maju,” pesan Warti penuh semangat.


Kepala MTS Ma’arif NU Jatilawang Ikhwanto memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan BRUS yang dinilainya sangat bermanfaat.  “Kami sangat berterima kasih kepada para narasumber. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. Harapan kami, anak-anak bisa mengambil pelajaran berharga dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, karena pembinaan remaja harus dilakukan berkesinambungan. Dengan begitu, cita-cita kita melahirkan generasi emas 2045 bisa tercapai” ungkapnya.


Salah satu siswi, Febi Laras Ati mengaku sangat termotivasi dengan penyuluhan tersebut. “Saya jadi sadar kalau menikah dini itu banyak risikonya. Saya ingin lebih fokus belajar dan meraih cita-cita dulu,” ujarnya. Sementara itu, Rizal Arrosyid siswa kelas VIII, merasa tersentuh dengan materi pencegahan kenakalan remaja. “Saya jadi lebih berhati-hati dalam memilih teman. Ternyata kenakalan kecil bisa berdampak besar kalau dibiarkan,” katanya.


Siswi lain, Naafilah Hasna Khoirunisa, menyampaikan rasa semangatnya setelah mendengar motivasi belajar. “Saya jadi ingin lebih rajin belajar supaya bisa membanggakan orang tua dan guru. Materinya membuat saya lebih percaya diri,” ucapnya. Adapun Muhammad Fardan Zia Maulana siswa kelas IX, menuturkan bahwa materi tentang semangat berprestasi sangat menyentuh. “Saya jadi yakin kalau prestasi itu bisa diraih siapa saja asal mau berusaha. Saya ingin membuktikan bahwa saya juga bisa sukses,” tuturnya penuh optimis.


Melalui BRUS ini, para siswa diharapkan mampu menjadi siswa-siswi MTS Ma’arif NU Jatilawang sebagai generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, rajin belajar, dan berprestasi. Dengan bekal ilmu dan kesadaran sejak dini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan, baik di ranah pendidikan, sosial, maupun keluarga. (sk)

Bagikan Artikel Ini

Infografis