BINWIN KUA Mandiraja: 15 Pasang Catin Dibekali Ilmu Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah
Daerah

BINWIN KUA Mandiraja: 15 Pasang Catin Dibekali Ilmu Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

  28 Aug 2025 |   123 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara – Sebuah momentum istimewa kembali diciptakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja. Hari ini, aula KUA Mandiraja dipenuhi wajah-wajah penuh harapan, semangat, dan cinta dari 15 pasang calon pengantin (catin) yang mengikuti Bimbingan Perkawinan (BINWIN). Kegiatan ini menjadi ajang bersejarah sekaligus bekal emas bagi para pasangan muda yang bersiap mengarungi samudra rumah tangga. (27/8)

Sejak pagi, suasana tampak begitu hangat. Senyum dan tawa para catin berpadu dengan rasa antusias saat mereka memasuki ruang kegiatan. Kepala KUA Mandiraja, H. Irfan Sulastono, hadir membuka acara dengan penuh khidmat. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan bagi setiap pasangan agar pernikahan tidak hanya sah di hadapan hukum, tetapi juga kokoh di hadapan Allah.

“BINWIN bukan sekadar formalitas. Ini adalah investasi kehidupan. Pernikahan bukan hanya akad, tapi perjalanan panjang yang penuh ujian. Maka, bekal ilmu dan kesadaran diri menjadi kunci menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tegasnya.

Tiga sosok narasumber hebat tampil memberikan materi dengan gaya yang segar, interaktif, dan penuh makna.

Mutolib, penghulu KUA Mandiraja yang dikenal sebagai figur berwibawa, membuka sesi dengan materi “Membangun Keluarga Sakinah”. Dengan bahasa sederhana namun dalam, ia menegaskan bahwa pondasi keluarga sakinah harus dibangun atas dasar iman, komunikasi yang baik, dan komitmen yang kokoh. “Cinta akan pudar jika tidak dijaga dengan iman dan tanggung jawab,” pesannya, yang membuat para peserta mengangguk penuh kesadaran.

Dilanjutkan oleh Dian Setiadi, Penyuluh Agama Islam yang energik sekaligus pakar motivasi keluarga. Dalam materinya bertajuk “Psikologi Keluarga”, ia mengajak para catin untuk memahami perbedaan karakter pasangan, menjaga kesehatan mental, serta mengelola konflik dengan kepala dingin. Dengan gaya interaktif, sesekali ia mengajak peserta berdialog dan tersenyum, mencairkan suasana menjadi penuh semangat.

Sesi terakhir dibawakan oleh Feti Sulistiyani, penyuluh yang dikenal dekat dengan masyarakat. Membawakan materi “Memenuhi Kebutuhan Keluarga”, Feti menjelaskan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan lahir dan batin. Ia menekankan bahwa keluarga bahagia bukan hanya karena sandang, pangan, dan papan, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan doa yang tulus. Penyampaiannya yang hangat membuat para peserta merasa tersentuh.

Ke-15 pasangan calon pengantin tampak begitu antusias sepanjang kegiatan. Ada yang serius mencatat, ada pula yang sesekali bertanya dengan penuh penasaran. Beberapa peserta mengaku baru pertama kali mendapatkan wawasan mendalam seperti ini, yang membuat mereka semakin mantap melangkah menuju jenjang pernikahan.

“Awalnya saya kira BINWIN hanya formalitas, ternyata isinya luar biasa. Saya jadi lebih siap menghadapi kehidupan rumah tangga nanti,” ungkap Bella Anggraeni salah satu peserta dengan wajah sumringah.

BINWIN di KUA Mandiraja kali ini benar-benar menjadi momentum berharga. Tidak hanya mempertemukan pasangan calon suami-istri dengan ilmu dan pengalaman baru, tetapi juga membentuk kesadaran bersama bahwa pernikahan adalah tanggung jawab besar yang mulia.

Dengan pembekalan ilmu yang mumpuni, suasana penuh kekeluargaan, serta semangat untuk membangun rumah tangga harmonis, kegiatan ini layak disebut spektakuler dan penuh inspirasi.

Di akhir acara, para peserta pulang dengan senyum lega, membawa bekal bukan hanya materi, tetapi juga semangat baru untuk menata masa depan. Harapan besar pun lahir: semoga dari BINWIN KUA Mandiraja ini, tumbuh generasi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah kokoh di tengah badai, teduh di tengah panas kehidupan

Bagikan Artikel Ini

Infografis