Bimwin KUA Balik Bukit : Pentingnya Konsep Kesalingan dalam Rumah Tangga
10 Sep 2025 | 132 | Penulis : Humas PC APRI Lambar | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
PC APRI Lambar (Humas).- Kantor Urusan Agama Balik Bukit kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin (catin), bertempat di Balai Nikah KUA Balik Bukit. Kegiatan ini diikuti oleh 11 pasang calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Rabu (10/9/2025)
Dalam arahannya, Kepala KUA Balik Bukit Fathurrahman, S.Ag., M.H., menyampaikan pentingnya konsep kesalingan dalam kehidupan rumah tangga. Suami dan istri diibaratkan sebagai pakaian bagi satu sama lain dan berjalan sebagaimana fungsinya, yaitu dekat, saling membutuhkan, melindungi, saling memberikan kenyamanan dan ketentraman, sekaligus menutupi kekurangan dan mengarahkan menuju ketakwaan. “Ibarat pakaian, pasangan adalah bagian terdekat yang melekat pada diri, saling melindungi, saling menutupi kekurangan, memberi kenyamanan, dan saling mengarahkan pada ketakwaan,” ujarnya. Pesan ini mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga tentang bagaimana saling menjaga dan mendukung dalam suka maupun duka.
Selain Fasilitator Bimwin Nafisah, S.Sos.I., Penyuluh Agama Islam dan Penghulu pada KUA Balik Bukit, kegiatan ini juga menghadirkan Narasumber lintas sektor dari Puskesmas Liwa Suhatina, S.K.M., dan Yuliyanti, A.Md, Keb., serta dari Balai Penyuluh KB Balik Bukit Arin Fatmawati., S.I.Kom.,. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, hingga strategi membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Suasana
bimbingan berlangsung interaktif, para calon pengantin tampak antusias
berdiskusi dan berbagi pengalaman. Kehadiran narasumber dari berbagai bidang
membuat wawasan yang diterima semakin lengkap mulai dari sisi agama, kesehatan,
hingga perencanaan keluarga berkelanjutan.
Dengan adanya bimbingan ini, para catin diharapkan tidak hanya siap melangkah ke pelaminan, tetapi juga siap menapaki perjalanan rumah tangga yang panjang dengan pemahaman dan kesadaran penuh akan tanggung jawab bersama. (Fr)