Bimbingan Perkawinan di KUA Wanayasa: Penguatan Keluarga Sakinah dan Pencegahan Stunting
Daerah

Bimbingan Perkawinan di KUA Wanayasa: Penguatan Keluarga Sakinah dan Pencegahan Stunting

  26 Aug 2025 |   65 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara  – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanayasa menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) bagi calon pengantin, dengan tujuan memberikan pembekalan pengetahuan serta keterampilan dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkualitas. (25/08)


Acara ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Toto Subagyo, Penyuluh Agama Islam, dengan materi Lima Pilar Keluarga Sakinah, serta Ibu Nunung Dwi Puji Lestari yang membawakan materi mengenai Pencegahan Stunting.

Dalam penyampaiannya, Bapak Toto Subagyo menjelaskan bahwa keluarga sakinah harus dibangun dengan fondasi yang kokoh. Menurutnya, terdapat lima pilar utama yang menjadi penopang keluarga sakinah, yakni iman dan takwa, kasih sayang, komunikasi, tanggung jawab, serta ekonomi yang halal dan berkah.

“Keluarga sakinah tidak hanya menekankan pada kebahagiaan lahiriah, tetapi juga kedamaian batin. Apabila lima pilar ini dapat dijalankan dengan baik, insyaAllah rumah tangga akan menjadi kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” tutur Toto Subagyo.

Sementara itu, Nunung Dwi Puji Lestari menekankan pentingnya peran calon pengantin dalam upaya pencegahan stunting. Ia menjelaskan bahwa stunting merupakan permasalahan serius yang berdampak tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kecerdasan anak.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum pernikahan. Calon ayah dan ibu perlu memperhatikan asupan gizi, menjaga kesehatan reproduksi, serta menerapkan pola hidup sehat agar mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ungkap Nunung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya memperoleh wawasan keagamaan dan keterampilan membangun keluarga sakinah, tetapi juga memiliki kesadaran penuh akan pentingnya menjaga kesehatan generasi mendatang.

Kepala KUA Wanayasa menyampaikan bahwa program bimbingan perkawinan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk layanan dan pembinaan kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, sehat, dan berdaya. (sk)

Bagikan Artikel Ini

Infografis