Bimbingan Keagamaan Pasca Ikrar: Komitmen KUA Punggelan dalam Pembinaan Mualaf
Daerah

Bimbingan Keagamaan Pasca Ikrar: Komitmen KUA Punggelan dalam Pembinaan Mualaf

  02 Sep 2025 |   83 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara – Kantor Urusan Agama (KUA) Punggelan kembali melaksanakan kegiatan ikrar masuk Islam pada Selasa, (2/9). Aryanto Seran, warga keturunan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelumnya memeluk agama Katolik, resmi mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bentuk keyakinannya memeluk Islam.

Prosesi ikrar dipandu langsung oleh Kepala KUA Punggelan, Tabah Agung Sokayani, dan disaksikan oleh dua saksi resmi yaitu Sugeng Riyadi dan Bisrun. Dalam keterangannya, Aryanto mengungkapkan bahwa keputusan ini lahir dari ketenangan hati yang ia rasakan, terutama saat mendengar lantunan adzan. “Hati saya merasa lebih tenang. Adzan seperti panggilan yang menyejukkan jiwa,” ujarnya.

Usai pelaksanaan ikrar, Aryanto langsung dibimbing oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Punggelan, Yani Itsnawati. Pembinaan ini merupakan bagian penting dari proses spiritual seorang mualaf, agar mereka tidak hanya memahami Islam secara ritual, tetapi juga secara akidah, akhlak, dan sosial.

Yani menyampaikan bahwa pembinaan mualaf bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab keagamaan dan sosial. “Kami ingin memastikan bahwa Aryanto tidak hanya masuk Islam secara administratif, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan. Harapannya, beliau bisa istiqomah dan benar-benar menjalankan ajaran Islam dengan pemahaman yang utuh,” jelas Yani.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen KUA Punggelan dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan. Kepala KUA, Tabah Agung Sokayani, menegaskan bahwa ikrar masuk Islam bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan spiritual yang perlu didampingi dengan penuh tanggung jawab.

“Pembinaan mualaf adalah amanah. Kami ingin memastikan bahwa setiap mualaf merasa diterima, dipahami, dan dibimbing dengan baik,” tuturnya.

Semoga langkah Aryanto Seran menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, bahwa hidayah bisa datang melalui ketulusan hati dan ketenangan jiwa. KUA Punggelan akan terus berkomitmen menjadi rumah pembinaan yang ramah, terbuka, dan mendalam bagi setiap pencari kebenaran. (sni)

Bagikan Artikel Ini

Infografis