Daerah

Berantas Buta Aksara Al-Qur'an, PAI KUA Sidikalang Gelar Pembelajaran di Masjid Jabal Nur
26 Dec 2025 | 20 | Penulis : Humas Cabang APRI Dairi | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Upaya pengentasan buta aksara Al-Qur'an terus digencarkan oleh jajaran Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang. Pada Senin (22/12), dilaksanakan kegiatan bimbingan belajar Al-Qur’an secara intensif yang bertempat di Masjid Jabal Nur, Delleng Amal. Program ini menyasar masyarakat sekitar yang ingin memperdalam kemampuan membaca kitab suci secara baik dan benar.
Kegiatan mulia ini diinisiasi dan dilaksanakan langsung oleh dua orang Penyuluh Agama Islam KUA Sidikalang, yakni Rafidah Kudadiri, S.Pd., dan Sofiah Siah Fitri Gaja, S.Sos. Keduanya secara telaten membimbing para peserta, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga teknik tajwid dasar. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam meningkatkan literasi keagamaan di wilayah tersebut.
Pelaksanaan program di Masjid Jabal Nur ini disambut antusias oleh warga setempat. Kehadiran para penyuluh di tengah masyarakat dianggap mempermudah akses belajar bagi warga yang selama ini merasa sungkan atau kesulitan mencari tempat belajar Al-Qur'an di usia dewasa. Metode pembelajaran yang diterapkan pun dibuat santai namun tetap sistematis agar materi mudah diserap.
Kepala KUA Kecamatan Sidikalang, H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Rafidah dan Sofiah. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata dari peran penyuluh yang tidak hanya memberikan ceramah, tetapi juga terjun langsung menyentuh kebutuhan dasar umat dalam beribadah.
"Saya sangat mengapresiasi komitmen para penyuluh kita. Ini adalah bentuk layanan berdampak yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menghilangkan buta aksara Al-Qur'an adalah tugas fundamental kita sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tingkat kecamatan," ujar Abdul Yajid Lingga dalam keterangannya.

Beliau juga menambahkan bahwa program seperti ini harus terus konsisten dilaksanakan secara berkesinambungan. Dengan meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur’an, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap isi kandungan ayat suci juga semakin baik, sehingga dapat membentuk karakter masyarakat yang religius dan moderat sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Selain fokus pada literasi bacaan, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antara pihak KUA Sidikalang dengan tokoh masyarakat di Delleng Amal. Melalui interaksi ini, para penyuluh dapat menyerap aspirasi sekaligus memberikan edukasi mengenai program-program keagamaan lainnya yang disediakan oleh Kantor Urusan Agama.
Sebagai penutup, program pemberantasan buta aksara ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain di Kabupaten Dairi. Dengan semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh jajaran PAI KUA Sidikalang, target mewujudkan masyarakat yang bebas buta aksara Al-Qur'an di wilayah Sidikalang optimis dapat tercapai dalam waktu dekat. (MHS/DM/SSF)