Batu Demi Batu, Asa Itu Didirikan: Semangat Gotong Royong KUA Kecamatan Pasir Sakti Bangun Musala
Daerah

Batu Demi Batu, Asa Itu Didirikan: Semangat Gotong Royong KUA Kecamatan Pasir Sakti Bangun Musala

  30 Oct 2025 |   178 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Lampung Timur, (Humas) — Pagi itu, Kamis (30 Oktober 2025), sinar mentari perlahan menembus kabut tipis di langit Pasir Sakti. Udara masih lembut menyapa, namun halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasir Sakti sudah dipenuhi derap langkah dan semangat yang menggelora.

Para pegawai KUA, penyuluh agama, dan masyarakat sekitar bahu-membahu mengangkat batu, memindahkan pasir, dan menata pondasi. Mereka bekerja tanpa sekat jabatan, menyatukan tenaga dan niat dalam satu tujuan: membangun musala KUA Pasir Sakti — rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat keteduhan dan pembinaan spiritual di lingkungan kantor.

Di tengah keringat yang menetes dan tangan yang penuh debu, tampak senyum tulus menghiasi wajah setiap peserta gotong royong. Canda ringan sesekali pecah, namun di balik itu tersimpan doa yang dalam: agar pembangunan musala ini berjalan lancar dan segera berdiri kokoh sebagai tempat menautkan hati kepada Sang Pencipta.

Kepala KUA Kecamatan Pasir Sakti menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh pegawai dan masyarakat yang terlibat. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan seperti ini merupakan bagian dari nilai dasar ASN Kementerian Agama — bekerja bukan semata karena kewajiban, melainkan karena panggilan pengabdian.

“Gotong royong ini bukan sekadar kerja fisik, tapi cermin kekompakan dan rasa memiliki. Kita membangun bukan hanya musala, tapi juga menegakkan semangat kebersamaan dan keikhlasan,” ujarnya.

Pembangunan musala tersebut direncanakan akan menjadi ruang ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan rohani bagi pegawai dan masyarakat sekitar.

Batu demi batu disusun, bukan hanya membentuk bangunan, tetapi juga menegakkan harapan.
Musala KUA Pasir Sakti mungkin belum berdiri sempurna, namun semangat membangunnya telah lebih dulu menjulang — menembus langit, bersama doa dan niat yang tulus.

Semoga setiap tetes peluh yang jatuh menjadi saksi cinta dan pengabdian, serta setiap batu yang diletakkan menjadi pondasi keberkahan bagi semua.


Bagikan Artikel Ini

Infografis