Banjir Terjang KUA Patia Pandeglang, Kepala KUA Bersama Penghulu dan Staf Berjibaku Selamatkan Arsip Negara
Daerah

Banjir Terjang KUA Patia Pandeglang, Kepala KUA Bersama Penghulu dan Staf Berjibaku Selamatkan Arsip Negara

  13 Jan 2026 |   183 |   Penulis : PC Pandeglang |   Publisher : Biro Humas APRI Banten

PANDEGLANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang sejak awal tahun hingga pertengahan Januari 2026 kembali mengakibatkan Sungai Cilemer meluap. Salah satu instansi pelayanan publik yang terdampak cukup parah adalah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Patia.



Senin (12/1/2026), air mulai masuk ke area kantor dengan ketinggian mencapai 50 cm hingga 1 meter di titik tertentu. Kondisi ini memaksa para petugas KUA, mulai dari Kepala KUA, Penghulu, hingga staf administrasi, untuk bergerak cepat melakukan evakuasi darurat terhadap dokumen-dokumen penting.

Perjuangan Menyelamatkan Buku Nikah

Di tengah kepungan air cokelat yang terus meninggi, para pegawai KUA Patia terlihat bahu-membahu memindahkan aset kantor. Fokus utama mereka adalah menyelamatkan ratusan buku nikah, berkas pendaftaran haji, serta arsip data penduduk yang belum terdigitalisasi sepenuhnya.

"Air datang cukup cepat akibat luapan sungai. Prioritas kami adalah menyelamatkan arsip negara, terutama buku nikah dan dokumen penting lainnya agar tidak rusak terkena air," ujar Irman Rifai salah satu Penghulu di KUA Patia saat ditemui di lokasi evakuasi

.

Dengan menggunakan peralatan seadanya dan meja yang ditumpuk, mereka memindahkan berkas-berkas ke tempat yang lebih tinggi (rak paling atas) serta sebagian dibawa ke rumah dinas atau lokasi yang lebih aman dari jangkauan banjir. Meski seragam mereka basah kuyup, para petugas tetap memastikan tidak ada dokumen warga yang tercecer atau rusak.

Pelayanan Tetap Diupayakan

Meskipun kondisi kantor terendam dan tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas administrasi secara normal, pihak KUA Patia berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan bagi warga yang sudah terjadwal melaksanakan pernikahan atau urusan mendesak lainnya.

"Untuk pelayanan akad nikah yang sudah terencana, tetap kami upayakan. Jika lokasi mempelai memungkinkan dan aman, penghulu akan tetap datang meskipun harus menerjang banjir," tambahnya.

Kondisi Umum di Patia

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Pandeglang, Kecamatan Patia, khususnya Desa Idaman dan sekitarnya, memang menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir terparah di awal tahun 2026 ini. Hingga Selasa (13/1), akses jalan menuju Patia masih sulit dilalui kendaraan roda dua karena ketinggian air yang cukup signifikan.

Masyarakat diimbau untuk terus waspada, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan lebat masih akan mengguyur wilayah Pandeglang Selatan hingga beberapa hari ke depan.[teguh]

Bagikan Artikel Ini

Infografis