Nasional




APRI Sumatera Barat Salurkan Bantuan untuk Anggota PC APRI Padang Pariaman Terdampak Banjir
23 Dec 2025 | 233 | Penulis : pc_apri_ pdpariaman | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Barat
Padang Pariaman — Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) kembali menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap sesama anggota. APRI menyerahkan bantuan kepada anggota Pengurus Cabang (PC) APRI Kabupaten Padang Pariaman yang terdampak musibah banjir yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kiambang, Selasa (23/12/2025). Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Wilayah APRI Provinsi Sumatera Barat, Zulkifli, didampingi Wakil Ketua dan Bendahara Wilayah APRI Sumbar. Kegiatan ini juga turut dihadiri dan didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Yosep Chairul.
Zulkifli menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil sumbangan dari seluruh Penghulu yang ada di Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap rekan sejawat yang tertimpa musibah.
“Bantuan ini merupakan sumbangan dari seluruh Penghulu di Sumatera Barat. Alhamdulillah, dana yang berhasil terkumpul sebesar Rp22.000.000,” ujar Zulkifli.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian APRI terhadap anggotanya.
“Ini adalah program kita, membantu saudara yang terdampak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan semangat bagi rekan-rekan yang sedang diuji,” tambahnya.
Zulkifli juga berpesan kepada para penerima bantuan agar tetap bersabar dan mengambil hikmah dari musibah yang terjadi.
“Mohon bersabar dan ambil hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan,” pesannya.
Adapun anggota PC APRI Kabupaten Padang Pariaman yang menerima bantuan akibat musibah banjir tersebut adalah Bapak Kasmir, Alfitra, Bapak Agusriadi, dan Bapak Kalbajapen.
Melalui kegiatan ini, APRI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan nilai-nilai kekeluargaan di antara para Penghulu, khususnya dalam menghadapi situasi sulit dan musibah.