Daerah
Aksi Wakaf Uang Pecah Semangat! Kepala KUA Kotarih Jadi Contoh Pertama
18 Nov 2025 | 27 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Kotarih, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotarih, Jamaluddin, S.Pd.I, memimpin langsung pelaksanaan Gerakan Wakaf Uang di lingkungan KUA Kotarih pada Senin, (17/11). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk menyalurkan wakaf uang secara profesional dan tepat sasaran. Program ini menjadi langkah awal KUA Kotarih dalam mendorong budaya berwakaf di lingkungan internal sebagai contoh nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan gerakan wakaf uang ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan semangat kebersamaan. Seluruh pegawai KUA Kotarih diharapkan mengikuti arahan untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Jamaluddin sebagai pimpinan memberikan contoh pertama dengan langsung melakukan wakaf uang sebagai bentuk teladan. Langkah tersebut diharapkan dapat memotivasi seluruh pegawai agar turut mengambil bagian dalam program yang bernilai ibadah dan kebermanfaatan tinggi ini.
Dalam arahannya, Jamaluddin menyampaikan bahwa wakaf uang memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat secara lebih luas apabila dikelola dengan baik melalui BWI. Ia menegaskan, “Program wakaf uang ini sudah sangat baik. Semoga ke depannya menjadi percontohan bagi masyarakat luas, bukan hanya berhenti di pegawai KUA semata.” Pesan ini menjadi dorongan agar semangat berbagi tidak hanya berhenti pada lingkungan internal instansi, tetapi juga menjalar ke masyarakat desa dan kecamatan Kotarih.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat pemahaman pegawai mengenai pentingnya wakaf produktif di era modern. Dengan wakaf uang, penyaluran dana dapat dilakukan dengan lebih fleksibel, cepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, melalui sinergi dengan BWI, dana wakaf dapat dikelola secara profesional sehingga manfaatnya menjadi lebih terukur dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pegawai mengenai peran strategis wakaf dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Gerakan wakaf uang di KUA Kotarih ditutup dengan harapan besar bahwa semakin banyak pihak yang berpartisipasi, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan bersama. Pegawai KUA Kotarih optimis bahwa gerakan ini akan menjadi langkah awal menuju budaya berwakaf yang lebih kuat di masyarakat. Dengan dimulai dari lingkungan instansi, diharapkan semangat kebaikan ini dapat menyebar luas dan memberikan dampak positif bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus memperkuat peran KUA dalam gerakan sosial keagamaan.