Wujudkan Keluarga Berkualitas, KUA Pangkatan Gelar Bimwin bagi Calon Pengantin
Daerah

Wujudkan Keluarga Berkualitas, KUA Pangkatan Gelar Bimwin bagi Calon Pengantin

  08 Jan 2026 |   15 |   Penulis : Humas Cabang APRI Labuhanbatu |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Pangkatan, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 08 Januari 2026 ini diikuti oleh sejumlah pasangan Calon Pengantin (Catin) dengan penuh antusias di aula KUA Pangkatan.

Acara ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni Kepala KUA Kecamatan Pangkatan, Suhrianto, S.Pd.I, dan Penyuluh Agama Islam, Jansen Rambe, S.Sos. Selain penyampaian materi secara formal, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan buku saku "Fondasi Keluarga Sakinah" sebagai bekal literasi bagi para calon pengantin.

Memahami Makna "Tepuk Sakinah" Salah satu momen menarik dalam bimbingan kali ini adalah pengenalan metode "Tepuk Sakinah". Bukan sekadar hiburan untuk mencairkan suasana, tepukan ini merupakan metode edukasi kreatif yang mengandung filosofi tentang rukun dan kunci keharmonisan rumah tangga. Setiap elemen dalam tepukan tersebut melambangkan nilai-nilai kesabaran, kasih sayang, dan komunikasi yang harus dijaga oleh suami maupun istri.

Dalam arahannya, Suhrianto menekankan pentingnya persiapan mental dan spiritual sebelum memasuki gerbang pernikahan. Beliau menyampaikan: "Pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua insan, tapi menyatukan dua visi untuk ibadah panjang. Melalui Bimwin ini, kita ingin memastikan para calon pengantin memiliki fondasi yang kuat agar badai apa pun yang datang di masa depan tidak akan meruntuhkan bangunan rumah tangga mereka," jelasnya. 

Senada dengan hal tersebut, Jansen Rambe, dalam materinya yang interaktif menjelaskan bahwa keharmonisan harus dijemput dengan ilmu. Terkait filosofi Tepuk Sakinah, beliau berpesan. "Keluarga sakinah itu tidak datang tiba-tiba, tapi harus diupayakan. Seperti makna di balik Tepuk Sakinah tadi, kuncinya adalah saling menghargai dan memahami peran masing-masing. Jika suami dan istri sudah paham hak dan kewajibannya sesuai syariat, insyaAllah ketenangan itu akan hadir di dalam rumah," ungkapnya. 

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan gedung KUA Pangkatan. Para peserta tampak membawa buku panduan keluarga sakinah yang diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menyelesaikan berbagai tantangan dalam kehidupan baru mereka nantinya.

Bagikan Artikel Ini

Infografis