Tingkatkan Kompetensi Kualitas Layanan, CPNS Penghulu KUA Naga Juang Ikuti Short Course
Daerah

Tingkatkan Kompetensi Kualitas Layanan, CPNS Penghulu KUA Naga Juang Ikuti Short Course

  07 Jan 2026 |   70 |   Penulis : Humas Cabang APRI Mandailing Natal |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Mandailing Natal, (Humas). Dalam upaya meningkatkan profesionalisme pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama, perwakilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal, Ilham Syahjalil, S.Ag, turut serta dalam pelatihan intensif bertajuk Short Course Teknik Memandu Pernikahan, Rabu (07/01).

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid melalui platform Smartclass ini menghadirkan Dr. H. Abdul Jalil, M.A., Widyaiswara Ahli Madya Pusbangkom SDM Kemenag RI, sebagai instruktur utama. Pelatihan ini secara khusus menyasar para Penghulu, PPPK, dan CPNS untuk memantapkan kemampuan retorika dan tata cara memandu prosesi sakral pernikahan.

Prosesi akad nikah bukan sekadar urusan administrasi, melainkan momen sakral sekali seumur hidup bagi masyarakat. Oleh karena itu, teknik komunikasi dan penguasaan panggung seorang pemandu (penghulu) menjadi kunci suksesnya acara tersebut. Sebagai ujung tombak Kemenag di tingkat kecamatan, KUA Naga Juang berkomitmen untuk memberikan layanan yang tidak hanya tertib administrasi, tapi juga berkesan dan khidmat.

Adapun materi yang disampaikan Dr. H. Abdul Jalil, M.A., menekankan 5 hal konsep ideal akad nikah yaitu : 1. Niat Ikhlas Karena Allah Swt agar pekerjaaan dapat dilakukan secara maksimal dan profesional. 2. Tugas trandestal. 3. Duta kelestarian ikatan perkawinan. 4. Akhlak. 5. Menajaga lima budaya kerja ; a. Integritas. b. Profesionalitas. c. Inovasi. d. Tanggung Jawab. e. Keteladanan.

Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WIB ini merupakan bagian dari program Pintar Kemenag. Keikutsertaan CPNS Penghulu dari KUA Naga Juang ini menunjukkan semangat adaptasi terhadap teknologi pendidikan digital (Hybrid Learning) guna mempercepat peningkatan kompetensi di daerah terpencil sekalipun.

Dengan selesainya kursus ini, diharapkan KUA Naga Juang siap memberikan warna baru dalam pelayanan pernikahan yang lebih profesional, modern, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. (MHS/ISJ)

Bagikan Artikel Ini

Infografis