Sinergi untuk Ketahanan Pangan: PAI KUA Bosar Maligas Hadiri Sosialisasi Penyelamatan Pangan dan Gizi
Daerah

Sinergi untuk Ketahanan Pangan: PAI KUA Bosar Maligas Hadiri Sosialisasi Penyelamatan Pangan dan Gizi

  25 Nov 2025 |   43 |   Penulis : Humas Cabang APRI Simalungun |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Bosar Maligas, (Humas). KUA Bosar Maligas kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan menghadiri Sosialisasi Penyelamatan Pangan dalam Rangka Pelaksanaan Intervensi Kewaspadaan Pangan dan Gizi. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Gedung MUI, dengan menghadirkan sejumlah pemateri dan peserta dari berbagai unsur terkait, Selasa (25/11). 

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Bosar Maligas, yaitu Ali Hamzah, S.H dan Evi Yanti, S.H, turut hadir sebagai perwakilan resmi. Kehadiran keduanya menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga keagamaan dan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Acara sosialisasi dipandu oleh moderator Junita Dewi, S.P, M.P, yang dengan lugas menjembatani diskusi terkait strategi penyelamatan pangan, pencegahan food waste, hingga upaya intervensi gizi untuk menekan risiko kerawanan pangan di tingkat masyarakat.

Kepala KUA Bosar Maligas, Andika Mulia, S.Pd., M.Si, memberikan apresiasi tinggi kepada para penyuluh yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Beliau menyampaikan bahwa peran penyuluh agama sangat penting dalam memberikan edukasi, termasuk dalam aspek yang berkaitan dengan kesehatan, pola konsumsi, dan kepedulian sosial.

“Penyuluh agama bukan hanya memberikan bimbingan spiritual, tetapi juga berperan dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap gizi, kebersihan, dan upaya penyelamatan pangan. Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan kontribusi para penyuluh dalam kegiatan ini,” ujar beliau.

Melalui kegiatan ini, PAI KUA Bosar Maligas diharapkan mampu menyampaikan kembali pesan dan materi sosialisasi kepada masyarakat luas, sehingga program penyelamatan pangan dan peningkatan gizi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (AM)

Bagikan Artikel Ini

Infografis