Sinergi KUA dan Tenaga Kesehatan: Penyuluh Agama KUA STM Hilir Gaungkan Pencegahan Stunting di Posyandu Desa Negara Beringin
Daerah

Sinergi KUA dan Tenaga Kesehatan: Penyuluh Agama KUA STM Hilir Gaungkan Pencegahan Stunting di Posyandu Desa Negara Beringin

  11 Mar 2026 |   19 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Negara Beringin (Humas) - Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan STM Hilir bekerja sama dengan bidan desa melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat di Posyandu Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang (11/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, serta masyarakat setempat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak, serta pentingnya pola asuh yang baik dalam keluarga.

Penyuluh Agama Islam KUA STM Hilir, Masnilam, S.H, menyampaikan materi terkait peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak dari perspektif nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Kepala KUA STM Hilir, Ibnuh Salim, S.H.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan desa dalam mendukung program pencegahan stunting.

Dalam sambutannya, Ibnuh Salim, S.H.I mengatakan “Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk lembaga keagamaan. Melalui peran penyuluh agama, kita dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan ibu dan anak merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT dalam keluarga.”

Beliau juga menambahkan bahwa keluarga yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sinergi antara KUA, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.”

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA STM Hilir, Masnilam, S.H, dalam kesempatan tersebut juga memberikan pesan kepada para orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting.

Masnilam, S.H menyampaikan “Dalam ajaran Islam, orang tua memiliki tanggung jawab besar terhadap tumbuh kembang anak. Memberikan makanan yang bergizi, menjaga kesehatan ibu sejak masa kehamilan, serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak merupakan bagian dari bentuk ibadah dan amanah yang harus dijaga.”

Ia juga mengajak para orang tua untuk aktif mengikuti kegiatan posyandu sebagai upaya menjaga kesehatan anak.

“Kami mengajak para ibu untuk rutin datang ke posyandu, memeriksakan kesehatan anak, serta memperhatikan asupan gizi keluarga. Dengan usaha bersama, insyaAllah kita dapat mencegah stunting dan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.”

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta. Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak oleh bidan desa serta diskusi bersama mengenai pola hidup sehat dalam keluarga.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran penyuluh agama dalam mendukung program pembangunan kesehatan masyarakat. (MR)

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis