Sinergi APRI dan IPARI Kabupaten Probolinggo Sukseskan Gerakan Indonesia Berkiblat dan Peaceful Muharram 1448 H
08 Jul 2026 | 58 | Penulis : PC APRI PROBOLINGGO | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur
PROBOLINGGO (Maron) – Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) dan Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo memperkuat sinergi dalam rangka menyukseskan dua agenda nasional Kementerian Agama, yakni Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat yang akan dilaksanakan serentak pada 15–16 Juli 2026 serta rangkaian Peaceful Muharram 1448 Hijriah.
Sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Maron, Kabupaten Probolinggo, Rabu (08/07/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Supervisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II/Semester I Tahun 2026 oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui seksi Bimas Islam. Sebelum tiba di KUA Maron, tim monitoring telah melaksanakan pembinaan di KUA Banyuanyar dan selanjutnya melanjutkan agenda ke KUA Dringu.
Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran KUA Maron serta dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Moh. Sa'dun, M.Pd., Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I., Ketua PC APRI Kabupaten Probolinggo H. Moh. Amin, S.Ag.,M.Pd.I Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo H. Suharto, S.HI., M.Pd.I., beserta jajaran pengurus IPARI.
Dalam arahannya, Kasubbag TU H. Moh. Sa'dun menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar instrumen pengawasan administrasi, tetapi menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan publik, dan penguatan kolaborasi antarprofesi di lingkungan Kementerian Agama.
"Monitoring dan evaluasi harus dipandang sebagai proses pembelajaran bersama untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Di sisi lain, sinergi antara APRI dan IPARI merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga. Penghulu dan penyuluh memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam memberikan pelayanan keagamaan, edukasi, serta penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat," ujar Sa'dun begitu sapaan akrabnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut semakin solid sehingga mampu mendukung berbagai program prioritas Kementerian Agama, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Saya berharap kebersamaan ini terus dipelihara. Dengan semangat kolaborasi, seluruh jajaran KUA, APRI, dan IPARI dapat menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Gerakan Indonesia Berkiblat maupun Peaceful Muharram 1448 Hijriah. Sinergi yang kuat akan menghasilkan pelayanan yang semakin profesional, berdampak, dan dirasakan langsung oleh masyarakat," harapnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam H. Imamuddin Nur Fajri menjelaskan bahwa pelaksanaan Monev Triwulan II difokuskan untuk mengevaluasi capaian kinerja semester pertama sekaligus memastikan kesiapan seluruh KUA dalam melaksanakan program-program strategis Kementerian Agama.
Menurutnya, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antara APRI dan IPARI dalam menyukseskan agenda nasional.
"Monev Triwulan II tidak hanya menilai capaian administrasi dan kinerja layanan, tetapi juga memastikan seluruh KUA siap mengimplementasikan program prioritas secara optimal. Kami menyambut baik sinergi APRI dan IPARI sebagai modal penting dalam menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif pada Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat serta rangkaian Peaceful Muharram 1448 Hijriah," ungkap Mas Imam.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo telah menetapkan target ambisius dalam pelaksanaan Peaceful Muharram 1448 Hijriah.
"Kolaborasi penghulu dan penyuluh menjadi kunci keberhasilan. Kami menargetkan sedikitnya 20.000 titik lokasi di Kabupaten Probolinggo dapat berpartisipasi dalam kegiatan Peaceful Muharram 1448 Hijriah. Dengan dukungan seluruh KUA, APRI, IPARI, penyuluh agama, penghulu, tokoh agama, serta masyarakat, kami optimistis target tersebut dapat tercapai sekaligus menjadi kontribusi nyata Kabupaten Probolinggo terhadap suksesnya program nasional Kementerian Agama," pungkasnya.
Melalui sinergi yang semakin erat antara Kementerian Agama, APRI, dan IPARI, diharapkan pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat pada 15–16 Juli 2026 serta Peaceful Muharram 1448 Hijriah dapat berjalan sukses, memperkuat pelayanan keagamaan, serta menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. (MH/Red).