Daerah

Sejukkan Batin di Balik Jeruji, KUA Sidikalang Gelar Salat Tasbih Bersama Warga Binaan
25 Feb 2026 | 7 | Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sidikalang, (Humas). Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Lapas Kelas II Sidikalang pada Selasa (24/02). Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Sidikalang hadir secara khusus untuk mengajak warga binaan melaksanakan salat tasbih berjamaah, sebuah kegiatan yang dirancang sebagai bagian dari penguatan spiritual di tengah bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan agenda strategis KUA Sidikalang untuk menyemarakkan Ramadan di lingkungan pemasyarakatan. Salat tasbih dipilih karena keutamaannya dalam melatih kesabaran dan menjadi sarana bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri serta memohon ampunan atas segala kekhilafan di masa lalu.
Tim penyuluh KUA Sidikalang hadir dengan formasi lengkap untuk mendampingi para warga binaan. Mereka adalah Ernidawati Siregar, S.Ag, Karimin Silalahi, S.Ag, Mhd Muiz Wira Munthe, S.Sos, dan Sawal Dabutar, S.Sos.I. Kehadiran para penyuluh ini disambut hangat oleh pihak Lapas dan warga binaan yang telah bersiap di dalam masjid.
Puluhan warga binaan tampak memenuhi saf-saf masjid dengan antusiasme yang tinggi. Meskipun raga mereka terbatas oleh dinding jeruji, semangat untuk memperbaiki kualitas iman terlihat jelas saat mereka melafalkan ribuan kalimat tasbih dalam rangkaian salat tersebut, menciptakan suasana haru dan menenangkan.
Ernidawati Siregar, S.Ag, dalam arahannya menjelaskan bahwa salat tasbih memiliki kekuatan luar biasa untuk memberikan ketenangan batin. Menurutnya, momen Ramadan di dalam Lapas adalah waktu yang sangat berharga bagi warga binaan untuk "mencuci" hati agar kelak saat bebas, mereka memiliki mentalitas yang lebih tangguh dan religius.
Senada dengan hal tersebut, Karimin Silalahi, S.Ag, menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam beribadah. Ia berharap agar praktik zikir dan salat sunah ini tidak berhenti saat kegiatan berakhir, melainkan menjadi kebiasaan baru bagi warga binaan untuk mengisi waktu luang mereka dengan hal-hal yang bermanfaat secara spiritual.
Sinergi antara KUA Sidikalang dan Lapas Kelas II Sidikalang ini telah lama terjalin erat dalam bentuk pembinaan mental. Mhd Muiz Wira Munthe dan Sawal Dabutar pun turut memastikan setiap tahapan ibadah diikuti dengan benar oleh para peserta, sembari memberikan motivasi agar warga binaan tetap optimis menatap masa depan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipenuhi isak haru, memohon keberkahan dan kemudahan hidup bagi seluruh penghuni Lapas. KUA Sidikalang berkomitmen untuk terus hadir sebagai pendamping spiritual bagi warga binaan, memastikan bahwa cahaya Ramadan dapat dirasakan oleh siapa saja, tanpa terkecuali. (MHS/SD)