Daerah

Safari Jumat KUA Tuhemberua di Masjid Jami’ Al Ihsan: Musibah, Azab atau Ujian?
05 Dec 2025 | 80 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Tuhemberua, (Humas). Jajaran KUA Tuhemberua kembali melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid Jami' Al Ihsan Desa Fino pada Jumat (05/12). Kegiatan rutin ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Tuhemberua, Sabrun Mendrofa, S.E., beserta seluruh jajaran pegawai.
Dalam pelaksanaan ibadah Jumat tersebut, Penghulu KUA Muhammad Rifai, S.H., bertugas sebagai bilal, sementara Betha Nugraha Pratama, S.Sos., dipercaya bertindak sebagai khatib sekaligus imam salat. Salat Jumat dihadiri puluhan jamaah sekaligus momen jajaran KUA mengajak para jamaah mendoakan korban bencana alam yang dialami di Sumut, Aceh, dan Sumbar.
Pada khutbah yang disampaikan Penghulu KUA, Betha Nugraha mengangkat tema “Musibah, Azab atau Ujian?”, yang menekankan pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai peristiwa hidup. Ia juga mengajak jamaah untuk melihat setiap musibah sebagai kesempatan memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah SWT.
"Dalam menghadapi berbagai peristiwa hidup, sangat penting bagi kita untuk tidak tergesa-gesa memvonis setiap musibah sebagai azab. Seringkali, apa yang kita anggap sebagai kesulitan adalah sebuah ujian keimanan, cara Allah menguji seberapa besar kesabaran dan keikhlasan kita," jelasnya.
Khatib juga mengajak untuk mengambil langkah proaktif. "Marilah kita bersama-sama melihat setiap musibah, sekecil atau sebesar apa pun, bukan hanya sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah. Peristiwa sulit adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjauhi maksiat, dan menguatkan tauhid kita," ucapnya di akhir khutbah.
Safari Jumat kali ini turut dihadiri oleh Amirjan Telaumbanua dan Masrizal Aceh, yang ikut membersamai rangkaian kegiatan. Kehadiran jajaran KUA Tuhemberua disambut hangat oleh masyarakat Desa Fino, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga keagamaan dan warga setempat.
Kegiatan Safari Jumat diharapkan terus menjadi sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan pemahaman agama, dan menghadirkan pelayanan keumatan yang lebih dekat dengan masyarakat. (MHS/BNP)