Raga Sehat, Khidmad Beribadat: Ikhtiar Kepala KUA Naga Juang Menjaga Amanah di Bulan Suci
24 Feb 2026 | 29 | Penulis : Humas Cabang APRI Mandailing Natal | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Kesadaran ini muncul dari sebuah prinsip sederhana namun mendalam: untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat, tubuh yang prima adalah kunci utama. Muhammad Ihsan memahami bahwa tugas sebagai Kepala KUA di bulan Ramadan justru semakin menantang, mulai dari urusan administrasi hingga bimbingan keagamaan di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Selain untuk memastikan operasional pelayanan KUA kepada masyarakat tetap berjalan tanpa kendala fisik, langkah preventif ini adalah bentuk tanggung jawab profesional. Beliau tidak ingin rasa lelah atau kondisi tubuh yang menurun menghambat hak-hak masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat dan tepat di meja kerjanya selama bulan suci ini.
Pemeriksaan yang meliputi pengecekan tekanan darah hingga konsultasi kesehatan ringan ini berlangsung dalam suasana yang akrab. Sinergi yang apik antara KUA dan Puskesmas Naga Juang ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi lintas sektoral dapat menyentuh aspek-aspek personal yang berdampak luas bagi produktivitas kerja aparatur sipil negara.
Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk nyata dari rasa syukur. Menjaga tubuh tetap bugar di tengah padatnya agenda Ramadan merupakan cara manusia menghargai nikmat umur yang diberikan Allah SWT, agar kesempatan beribadah di bulan mulia ini dapat dioptimalkan hingga hari kemenangan tiba.
"Kita ingin memastikan bahwa semangat spiritualitas yang tinggi di bulan Ramadan juga didukung oleh kondisi fisik yang mumpuni. Jangan sampai niat baik untuk berkhidmat kepada umat terhalang oleh kondisi kesehatan yang sebenarnya bisa kita antisipasi sejak dini," ujar Muhammad Ihsan di sela-sela pemeriksaan tersebut.
Aksi sederhana namun penuh makna ini diharapkan dapat menginspirasi para jajaran staf lainnya dan masyarakat luas di Kecamatan Naga Juang. Bahwa dalam mengejar keberkahan langit, kita tidak boleh melupakan kesehatan bumi yakni tubuh kita sendiri sebagai kendaraan utama dalam menebar manfaat bagi sesama. (MHS/ISJ)