Penguatan Tupoksi Kepenghuluan, PC. APRI Kab. Siak Gelar Pertemuan Bulanan
06 Feb 2026 | 5 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Siak (Humas) Pada hari Rabu (04/02), Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Siak yang digelar silaturrahmi sekaligus pertemuan bulanan di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang. Jum’at (06/02/2026).
Turut hadir dalam agenda tersebut Ka.Kankemenag Siak, H. Fuadi Ahmad, Kasi Bimas Islam Harman, seluruh Kepala KUA dan Penghulu se-Kabupaten Siak.
Dalam arahannya, H. Fuadi Ahmad menekankan pentingnya peran penghulu sebagai wajah terdepan kementerian di tengah masyarakat. Beliau mengapresiasi loyalitas dan dedikasi para penghulu yang tetap konsisten memberikan pelayanan meski dihadapkan pada dinamika sosial yang kian kompleks.
"Pertemuan APRI ini adalah mesin penggerak kualitas layanan kita. Saya berharap setiap penghulu tidak hanya cakap secara administrasi, tetapi juga mampu menjadi penyejuk dan pemberi solusi atas persoalan keagamaan di wilayah tugas masing-masing. Kita harus memastikan bahwa masyarakat merasakan kehadiran negara melalui layanan KUA yang prima dan transparan," tegas Fuadi Ahmad.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Islam, Harman, memberikan catatan khusus mengenai penguatan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepenghuluan. Ia mengingatkan bahwa profesionalisme adalah harga mati dalam menjaga marwah institusi.
"Koordinasi yang kuat antara APRI dan seksi Bimas Islam sangat krusial. Saya meminta seluruh penghulu untuk terus memperbarui literasi regulasi agar tidak ada celah kesalahan dalam pelayanan nikah maupun bimbingan masyarakat. Mari kita jadikan forum bulanan ini sebagai wadah transfer ilmu dan penyelarasan standar layanan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak," ungkap Harman.
Agenda ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai kendala teknis di lapangan serta perumusan strategi bersama untuk mengoptimalkan program bimbingan perkawinan dan pemberdayaan ekonomi umat berbasis KUA di masa mendatang. Hal ini sesuai dengan Asta Protas dan program "Kemenag Berdampak". (Hd)