Daerah

Penghulu KUA Tuhemberua Jadi Juri Lomba Tilawatil Quran
02 Mar 2026 | 10 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Tuhemberua (Humas). SMP Negeri 1 Tuhemberua kembali menggelar Lomba Tilawah Al-Quran pada Senin pagi (02/03) di Aula sekolah, sebagai bagian dari kegiatan Halal Bi Halal. Kegiatan ini merupakan tahun ke-2 digelar, setelah pertama kali diadakan pada tahun 2024. Lomba Tilawah ini bertujuan mempererat silaturahmi antar siswa, guru, dan staf sekolah, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Quran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen memperkuat hubungan antara KUA Tuhemberua dengan keluarga besar SMP Negeri 1 Tuhemberua.
Acara lomba diikuti oleh 11 peserta dari berbagai kelas. Para siswa menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam membaca Al-Quran dengan tartil, tajwid yang benar, dan penghayatan yang baik. Setiap peserta mendapat kesempatan yang sama untuk menampilkan bacaan mereka di hadapan dewan juri.
Lomba ini menghadirkan Muhammad Rifai, S.H., Penghulu KUA Tuhemberua, sebagai juri utama. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, dengan perhatian khusus dari Muhammad Rifai pada tajwid, kefasihan bacaan, dan kekhusyukan saat membaca.
Muhammad Rifai menyampaikan apresiasi atas inisiatif sekolah yang terus mendorong siswa untuk aktif berkompetisi dalam kegiatan keagamaan. Ia menekankan pentingnya membiasakan membaca Al-Quran dengan benar sejak dini agar menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui lomba seperti ini, kita tidak hanya mengukur kemampuan membaca Al-Quran, tetapi juga menanamkan kecintaan dan pemahaman terhadap kitab suci,” ujar Muhammad Rifai.
Rangkaian acara diawali dengan kata sambutan dari Ketua Panitia Halal Bi Halal. Demi keberkahan dan kelancaran kegiatan, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Muhammad Rifai, S.H. Kemudian dilanjutkan kata sambutan dan pembukaan secara resmi kegiatan perlombaan Tilawatil Qur'an oleh Wakil Kepala Sekolah. Acara ditutup dengan kata penutup dari guru agama, Ardiansyah. Setelah penutupan, kegiatan lomba Tilawatil Qur'an berlangsung hingga selesai.
Meskipun minoritas di lingkungan sekolah, kegiatan ini berjalan dengan baik, menumbuhkan kebersamaan, dan menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk membangun silaturahmi dan rasa hormat antar sesama sebagai wujud implementasi nilai moderasi beragama.
Panitia pelaksana berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan. Dengan rutin diadakan, mereka percaya minat dan bakat siswa dalam membaca Al-Quran akan terus berkembang, sekaligus menumbuhkan disiplin dan percaya diri saat tampil di depan umum. Semoga para pemenang dapat memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan dedikasi mereka. (MHS/BNP)