Daerah
Penghulu KUA Sipispis Gelar Binroh di SMA Negeri 1 Sipispis: Mengusung Tema : Menjadi Pemuda Generasi Terbaik dalam Islam
21 Nov 2025 | 332 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sipispis, (Humas). SMA Negeri 1 Sipispis menjadi lokasi pelaksanaan Bimbingan Rohani Islam (Binroh) yang digelar pada Jumat, (21/11). Kegiatan ini menghadirkan Penghulu KUA Sipispis, Suherman C. Lesmana, S.Pd, sebagai pemateri utama. Beliau hadir bersama Pembina Rohis, Ibu Ainun Hayati Saragih, S.Pd, yang turut mendampingi jalannya acara.Pelaksanaan Binroh ini mengangkat tema “Menjadi Pemuda Generasi Terbaik dalam Islam”. Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan moral dan spiritual yang dihadapi para remaja di era modern, yang kerap terjebak antara perkembangan teknologi dan kebutuhan akan pembentukan karakter Islami.
Dalam penyampaiannya, Suherman C. Lesmana menekankan pentingnya akhlak, ilmu, dan ketakwaan sebagai fondasi utama kehidupan seorang pemuda Muslim. Ia mengingatkan bahwa masa muda bukan alasan untuk melakukan penyimpangan, melainkan peluang emas untuk menanamkan nilai kebaikan yang akan membentuk masa depan.Beliau mengajak para siswa untuk tidak terjebak dalam anggapan umum bahwa pemuda identik dengan kelabilan. Menurutnya, stigma itu justru harus dilawan dengan kesadaran beragama, penguatan jati diri, dan disiplin dalam menuntut ilmu.
Pembina Rohis, Ibu Ainun Hayati Saragih, S.Pd, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme siswa mengikuti kegiatan ini. Ia berharap kehadiran pemateri dari KUA Sipispis mampu memberi warna baru dalam pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.Para siswa tampak mengikuti materi dengan penuh perhatian. Beberapa di antaranya turut mencatat poin penting yang disampaikan, terutama terkait peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Islam dan menjadikan diri mereka contoh teladan bagi lingkungan sekitar.
Dalam penjelasannya, Suherman mengutip perkataan Imam Syafi’i yang berbunyi, “Demi Allah, hidupnya pemuda itu dengan ilmu dan taqwa. Jika salah satunya tidak ada, maka keberadaannya tidak diakui.” Kutipan ini dijadikan pengingat bahwa ilmu tanpa takwa akan kehilangan arah, sementara takwa tanpa ilmu tidak akan memberi kekuatan.Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pelajar untuk menilai kembali perilaku dan kebiasaan mereka. Suherman menegaskan bahwa keburukan yang diulang-ulang dapat berubah menjadi sesuatu yang dianggap benar, sehingga pemuda harus berhati-hati dalam memilih lingkungan dan kebiasaan.
Di akhir sesi, ia mengajak seluruh siswa untuk berkomitmen memperbaiki diri secara bertahap. Menurutnya, menjadi pemuda terbaik bukan berarti tanpa kekurangan, tetapi memiliki kemauan untuk memperbaiki diri dan menegakkan ajaran Islam dalam setiap langkah.
Acara Binroh ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar para siswa dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh. Pihak sekolah menyampaikan rencana untuk mengadakan kegiatan serupa secara berkala sebagai bagian dari penguatan karakter Islami di SMA Negeri 1 Sipispis.