Penghulu KUA Kecamatan Bantan Resmi Menutup Kegiatan BRUS di SMKN 1 Bantan
01 Mar 2026 | 6 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Bengkalis (Humas) Penghulu Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantan, Faisal Amin, S.Sos, secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dilaksanakan di aula SMKN 1 Bantan pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para siswa-siswi yang mengikuti rangkaian acara sejak pagi hari.
Program BRUS merupakan salah satu upaya pembinaan yang dilaksanakan KUA Kecamatan Bantan dalam rangka memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada generasi muda, khususnya remaja usia sekolah, agar mampu mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki jenjang kehidupan dewasa dan berkeluarga.
Kegiatan BRUS tersebut diisi oleh narasumber Penyuluh Agama Islam KUA Bantan yang menyampaikan berbagai materi pembinaan remaja, di antaranya penguatan nilai keagamaan, pembinaan akhlak, literasi pergaulan sehat, serta kesiapan mental dalam merencanakan kehidupan berkeluarga. Para narasumber juga membuka sesi diskusi interaktif sehingga peserta dapat bertanya secara langsung terkait persoalan remaja yang mereka hadapi.
Dalam sambutannya, Faisal Amin, S.Sos menyampaikan bahwa remaja saat ini menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks sehingga pembinaan sejak dini menjadi sangat penting. Ia menegaskan bahwa BRUS merupakan langkah preventif dalam membekali remaja agar mampu mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab.
“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus dibekali tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai agama dan karakter. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menjaga diri, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki perencanaan masa depan yang jelas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesiapan menuju kehidupan berumah tangga tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi meliputi kesiapan ilmu, mental, emosional, dan tanggung jawab. Edukasi melalui BRUS diharapkan mampu menekan berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, termasuk pernikahan usia dini.(Humas)