PAI KUA Sidikalang Sampaikan Peta Digital Dakwah Berdasarkan Strategi Surah An-Nahl
Daerah

PAI KUA Sidikalang Sampaikan Peta Digital Dakwah Berdasarkan Strategi Surah An-Nahl

  22 Nov 2025 |   33 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Rapat Koordinasi (Rakor) Bulanan KUA Sidikalang pada Jumat (21/11) tidak hanya fokus pada capaian administratif, namun juga mendalami strategi operasional dakwah di masyarakat. Materi penting tentang strategi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Sidikalang, Ernidawati Siregar, S.Ag.

Di hadapan jajaran KUA yang dipimpin Ka.KUA H. Abdul Yajid Lingga, S.Ag., MM, Ernidawati Siregar mempresentasikan materi bertajuk "Peta Digital Dakwah". Materi ini menekankan pentingnya adopsi teknologi dan metode dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

Inti dari presentasinya adalah penelaahan kembali strategi dakwah yang telah digariskan dalam Al-Qur'an, khususnya Surah An-Nahl ayat 125. Ayat ini menjadi landasan metodologis utama bagi para penyuluh dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan di Majelis Taklim dan komunitas masyarakat.

Ernidawati merinci tiga pilar strategi dakwah dalam Surah An-Nahl, Bil Hikmah (dengan kebijaksanaan): Menyampaikan pesan dakwah dengan cerdas, mempertimbangkan kondisi audiens, dan menggunakan pendekatan yang tepat sasaran. Mau’izah Hasanah (nasihat yang baik): Memberikan pengajaran yang menyentuh hati, disertai kasih sayang, dan disampaikan melalui keteladanan yang baik.

Kemudian strategi Mujadalah billati hiya ahsan (berbantah dengan cara yang terbaik), berdialog atau berdiskusi dengan cara yang santun, argumentatif, dan bertujuan mencari kebenaran, bukan untuk menjatuhkan.

Lebih jauh, materi Peta Digital Dakwah ini mengaitkan ketiga strategi klasik tersebut dengan tantangan dan peluang di era digital. PAIF KUA Sidikalang ini mendorong rekan-rekan Penyuluh untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana penyebaran hikmah dan mau'izah hasanah yang lebih luas dan cepat.

Dalam konteks pelaksanaan di Majelis Taklim, Ernidawati menekankan bahwa strategi ini harus diterapkan secara fleksibel. Misalnya, saat berhadapan dengan kaum ibu di Majelis Taklim, pendekatan mau'izah hasanah melalui kisah-kisah inspiratif dan keteladanan dianggap lebih efektif.

Ka.KUA Sidikalang, Abdul Yajid Lingga, mengapresiasi materi ini. Beliau menyatakan bahwa Penyuluh merupakan garda terdepan Kemenag Berdampak, dan pembaruan strategi dakwah berdasarkan Al-Qur'an dan teknologi adalah keharusan agar pesan agama dapat diterima secara optimal.

Dengan adanya materi ini, seluruh Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Honorer di KUA Sidikalang diharapkan memiliki bekal strategis yang kuat, sehingga pelaksanaan dakwah di tengah masyarakat, baik secara langsung di Majelis Taklim maupun melalui platform digital, dapat lebih terstruktur dan mencapai hasil yang maksimal. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis