Optimalkan Peran Masjid, Kepala KUA Bukit Batu Paparkan Manajemen Kemasjidan di Wisma Pertamina
12 Feb 2026 | 23 | Penulis : Biro Humas APRI Riau | Publisher : Biro Humas APRI Riau
Bengkalis (Humas) Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah dan tata kelola rumah ibadah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bukit Batu, Suhardi, S.Ag, hadir sebagai pemateri utama dalam acara Upgrading Kader Mubaligh serta Pelatihan Imam dan Khatib. Kegiatan ini dilangsungkan di Wisma Pertamina Sungai Pakning bersama dewan dakwah (DDI) Kecamatan Bukit Batu, Rabu (11/02/2026).
Di hadapan puluhan peserta, Suhardi menyampaikan materi krusial mengenai Manajemen Kemasjidan. Ia menekankan bahwa masjid di era modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan ekonomi umat.
Tiga Pilar Utama Manajemen Masjid
Dalam paparannya, Suhardi menjelaskan bahwa pengelolaan masjid yang sukses harus bersandar pada tiga pilar utama:
1. Idarah (Manajemen Organisasi): Menyangkut administrasi, perencanaan, dan pengorganisasian pengurus masjid yang transparan.
2. Imarah (Manajemen Kegiatan): Terkait upaya memakmurkan masjid dengan ibadah, dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.
3. Ri’ayah (Manajemen Fasilitas): Fokus pada pemeliharaan bangunan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan masjid.
"Seorang Imam dan Khatib adalah wajah dari sebuah masjid. Namun, tanpa manajemen (Idarah) yang baik di belakang layar, pesan dakwah yang disampaikan tidak akan mencapai potensi maksimalnya dalam mengubah masyarakat," ujar Suhardi di sela-sela materinya.
Acara upgrading ini bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat para kader mubaligh di Kecamatan Bukit Batu agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman. Pelatihan ini juga membekali para Imam dan Khatib dengan teknik retorika yang santun serta penguatan literasi agama yang moderat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu melahirkan figur-figur pemimpin spiritual yang tidak hanya fasih dalam memimpin ritual ibadah, tetapi juga cakap dalam mengelola aset dan potensi umat di lingkungan masing-masing.