Daerah
Menuju Pernikahan Siap Mental, KUA Sipispis Adakan Bimbingan Perkawinan
03 Dec 2025 | 32 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Sipispis, (Humas). Balai Nikah KUA Sipispis kembali menjadi pusat pembelajaran bagi calon pengantin pada Rabu, (03/11). Kegiatan bimbingan perkawinan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan calon pasangan sebelum memasuki dunia rumah tangga. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusias, meskipun pembahasan yang dikupas tergolong serius dan penting.
Pelaksanaan bimbingan ini dipimpin langsung oleh Suherman C. Lesmana, S.Pd.I, selaku Penghulu KUA Sipispis. Ia menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar prosesi ijab kabul, tetapi perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan, tanggung jawab, serta pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban masing-masing pasangan.
Dalam penyampaian materinya, Suherman menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam hubungan suami istri. Ia menjelaskan bahwa banyak konflik rumah tangga muncul bukan karena masalah besar, melainkan miskomunikasi sederhana yang tidak diselesaikan dengan bijak sejak awal.
Selain itu, Pasangan Catin juga diberikan pemahaman mengenai prinsip dasar membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Suherman mengingatkan bahwa keharmonisan rumah tangga bukan diwariskan, tetapi dibentuk melalui komitmen dan kesabaran kedua belah pihak.
Pada sesi berikutnya, materi mengenai tanggung jawab agama dan sosial masing-masing pasangan turut dibahas. Pasangan Catin diajak memahami bahwa pernikahan merupakan ibadah, sehingga setiap langkah dan keputusan dalam rumah tangga harus dilandasi nilai-nilai keimanan dan etika.
Kegiatan bimbingan ini juga membuka ruang diskusi interaktif. Pasangan Catin diberi kesempatan untuk bertanya seputar persoalan realistik dalam kehidupan rumah tangga, mulai dari pengelolaan keuangan, penanganan konflik, hingga kesiapan menghadapi perbedaan karakter dan latar belakang.
Tidak hanya teori, Suherman juga memberikan contoh kasus yang sering terjadi di lapangan sebagai bahan pembelajaran. Contoh-contoh tersebut membantu peserta memahami bahwa pernikahan membutuhkan kemampuan beradaptasi, saling menghargai, dan kematangan bersikap.
Pasangan Catin terlihat cukup antusias dan responsif terhadap materi yang disampaikan. Beberapa calon pengantin menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dibandingkan sekadar mempersiapkan acara pernikahan tanpa bekal pengetahuan rumah tangga yang memadai.
Di akhir kegiatan, Suherman berharap bimbingan ini mampu memberi bekal penting bagi peserta agar lebih siap menghadapi dinamika kehidupan setelah menikah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh cinta, tetapi juga oleh kemampuan menjaga komitmen dan saling menguatkan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KUA Sipispis berharap dapat terus mendukung terwujudnya keluarga-keluarga yang kokoh dan harmonis di wilayahnya. Program seperti ini diharapkan menjadi langkah preventif untuk meminimalisir konflik rumah tangga serta meningkatkan kualitas kehidupan keluarga muslim di masyarakat.