Malam ke- 17 Ramadhan, Muhammad Idris Sampaikan Tausiah di Masjid Syukron
Daerah

Malam ke- 17 Ramadhan, Muhammad Idris Sampaikan Tausiah di Masjid Syukron

  07 Mar 2026 |   16 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Pekanbaru (Humas), Pada malam ke-17 Ramadhan 1447 H bertepatan 6 Maret 2026,  Muhammad Idris, S.Ag, M.Pd.I  sampaikan tausiah Ramadan di masjid Syukron yang beralamat di Perumahan Indah Perdana Lestari (IPL) Jl. Suka Karya/ Jl. Suka Ria Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tuahmadani. Sabtu (7/3/2026).

Adapun materi yang disampaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh lembaga dakwah IKMI Kota Pekanbaru yaitu “ Nuzul Qur’an”.

Mengawali tausiahnya Muhammad Idris, sampaikan pengertian judul. “Nuzul artinya turun, Nuzul Qur’an artinya Turunnya Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril, dan membacanya merupakan ibadah.” Jelasnya.

Mengapa kita harus memperingati Nuzul Qur’an ?. Karena Al-Qur’an sangat penting bagi kehidupan manusia, yakni sebagai petunjuk bagi manusia (Hudallinnas), panduan hidup bagi manusia. Agar mereka tidak tersesat. Sebagaimana disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang artinya “ Telah kutinggalkan bagimu dua perkara, sungguh kamu tidak akan tersesat selamanya jika kamu berpegang kepada keduanya yakni al-Qur’an dan Hadits.”

“Al-Qur’an merupakan pedoman hidup, maka tugas kitalah untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan isi kandungannya. Maju mundurnya umat Islam sangat tergantung sejauh mana mereka dekat dengan kitab sucinya, karena al-Qur’an mengajarkan kita untuk sukses baik di dunia maupun diakhirat.”Lanjut Ustadz yang keseharian bekerja di KUA Payung Sekaki sebagai Penghulu..

Al-Qur’an merupakan mukzijat Nabi Muhammad SAW, memiliki banyak keistimewaan, terjamin keasliannya, la roibafihi (tidak ada keraguan padanya) petunjuk bagi orang-orang bertakwa. Tutup ustadz.

Diakhir tausiahnya ustad Muhammad Idris memberikan satu pertanyaan kepada anak-anak yang mencatat ceramahnya. Selesai tausiah Mudrika selaku Master of Cerimony (MC) menginformasikan petugas shalat tarawih, sebagai imam Said dan bilal Fajri. (humas)

Bagikan Artikel Ini

Infografis