Lewat Pusaka Sakinah, Penghulu KUA Pinggir Dorong Terwujudnya Keluarga Agamis dan Sejahtera
Daerah

Lewat Pusaka Sakinah, Penghulu KUA Pinggir Dorong Terwujudnya Keluarga Agamis dan Sejahtera

  27 Sep 2025 |   85 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Bengkalis (Humas) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinggir terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat. Salah satu wujud nyatanya adalah penyelenggaraan Program Pusaka Sakinah, yang dilaksanakan di Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Pinggir pada Kamis, 25 September 2025.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penghulu KUA Pinggir, Endang Suntana, S.Ag., M.Pd., mewakili Kepala KUA Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, S.H.

Dalam sambutannya, Endang menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama untuk memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, kesiapan memasuki rumah tangga tidak hanya terbatas pada administrasi perkawinan, tetapi lebih luas pada keterampilan dan pengetahuan dalam mengelola kehidupan berumah tangga agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

"Melalui kegiatan Program Pusaka Sakinah ini, kami berharap para pengantin dapat memperoleh bekal yang cukup untuk membangun keluarga yang harmonis, agamis, kuat, dan sejahtera. Keluarga adalah pondasi utama dalam kehidupan, sehingga perlu disiapkan dengan ilmu dan pemahaman yang baik sejak awal pernikahan,” ujarnya.

Program Pusaka Sakinah yang berlangsung di KUA Pinggir memusatkan perhatian pada dua tema utama, yaitu pengelolaan keuangan keluarga dan pembangunan relasi harmonis dalam rumah tangga.

Endang menegaskan bahwa masalah keuangan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perselisihan bahkan perceraian dalam rumah tangga. Karena itu, para pengantin perlu belajar membuat perencanaan keuangan sejak awal. Mulai dari menyusun anggaran bulanan, membedakan kebutuhan dengan keinginan, mengelola utang dengan bijak, hingga menumbuhkan kebiasaan menabung.

Ia juga menambahkan, pengantin sebaiknya membangun komitmen bersama dalam penggunaan keuangan. “Keuangan keluarga bukan hanya urusan siapa yang bekerja atau siapa yang memegang uang, tetapi bagaimana pasangan bisa terbuka, saling percaya, dan menyusun perencanaan secara bersama-sama. Dengan begitu, keuangan keluarga bisa menjadi sumber keberkahan, bukan sumber masalah,” jelasnya..

Bagikan Artikel Ini

Infografis