Daerah
KUA Silinda Melalui PAI Sampaikan Hadirkan Rasa Sabar dan Syukur dalam Menghadapi Bencana
19 Dec 2025 | 40 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Silinda, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Silinda melalui Penyuluh Agama Islam (PAI) menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat tentang pentingnya menghadirkan rasa sabar dan syukur dalam menghadapi berbagai ujian dan bencana Salah Satunya yaitu Banjir Bandang Yang Menimpa Ke tiga Provinsi Yang ada di Pulau Sumatera. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19/12 di Majelis Ta’lim As-Sahabah, yang berlokasi di Dusun IV Bandar Jadi, Desa Tapak Meriah, Kecamatan Silinda.
Penyampaian materi keagamaan ini disampaikan langsung oleh Harun Girsang, S.Sy dan Nurfadlina, S.Sy selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Silinda. Dalam tausiyahnya, keduanya menekankan bahwa bencana merupakan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, serta disertai ikhtiar dan doa.
Dalam keterangannya, Harun Girsang, S.Sy menyampaikan bahwa sikap sabar dan syukur harus berjalan beriringan dalam menghadapi musibah. “Kesabaran akan menguatkan hati dalam menghadapi ujian, sementara rasa syukur akan menumbuhkan ketenangan dan harapan meskipun dalam kondisi sulit,” ujar Harun Girsang.
Senada dengan itu, Nurfadlina, S.Sy menambahkan bahwa rasa syukur akan melahirkan keteguhan iman dan kepedulian sosial. “Dengan bersyukur, kita diajarkan untuk melihat hikmah di balik setiap musibah dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” tutur Nurfadlina.
Kegiatan penyuluhan keagamaan ini diikuti oleh 30 orang jamaah Majelis Ta’lim As-Sahabah. Ketua Majelis Ta’lim As-Sahabah, Uci Susanti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan pembinaan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Silinda. “Kami sangat berterima kasih atas tausiyah yang disampaikan. Materi tentang sabar dan syukur ini sangat menyejukkan serta memberikan penguatan iman bagi para jamaah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Silinda berharap Majelis Ta’lim terus menjadi wadah pembinaan keagamaan dan penguatan spiritual masyarakat. Dengan menanamkan nilai sabar, syukur, dan kebersamaan, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai bencana dengan hati yang kuat, tenang, dan penuh keimanan. (RIH)