KUA Sidikalang Gencarkan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an di Masjid Jabal Nur Delleng Amal
Daerah

KUA Sidikalang Gencarkan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an di Masjid Jabal Nur Delleng Amal

  24 Nov 2025 |   19 |   Penulis : Humas Cabang APRI Dairi |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang menegaskan komitmennya dalam membumikan Al-Qur'an melalui Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an (PBAQ). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) jajaran KUA Kecamatan Sidikalang, dengan fokus terbaru di Masjid Jabal Nur Delleng Amal pada Senin, (24/11). Inisiatif mulia ini merupakan upaya berkelanjutan untuk memastikan setiap muslim, khususnya di wilayah binaan, memiliki kemampuan dasar membaca kitab suci.

Program PBAQ di Masjid Jabal Nur Delleng Amal secara langsung dipimpin oleh dua sosok PAI yang berdedikasi, yaitu PLO Razna Farita S.Pd.I dan Rafidah Kudadiri S.Pd. Mereka berdua bertindak sebagai motor penggerak dan pembimbing utama dalam sesi pembelajaran yang dikhususkan bagi masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang masih kesulitan dalam membaca huruf hijaiyah.

Pelaksanaan program ini disambut antusias oleh jamaah masjid dan masyarakat setempat. Mereka menunjukkan semangat belajar yang tinggi, menyadari pentingnya membaca Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan sumber utama ajaran Islam. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh para PAI dirancang agar mudah dipahami, sering kali menggunakan pendekatan yang humanis dan interaktif, seperti metode Iqra’ dan Qira’ati, yang fokus pada praktik langsung dan pengenalan tajwid dasar.

Kepala KUA Kecamatan Sidikalang, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan PBAQ merupakan salah satu program unggulan yang terus digalakkan. Program ini bukan sekadar mengajar membaca, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat pondasi keagamaan dan meningkatkan kualitas ibadah umat. Keterlibatan aktif Penyuluh Agama Islam dalam program ini menunjukkan peran KUA tidak hanya terbatas pada urusan administrasi pernikahan, tetapi meluas sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan umat.

Salah satu PAI pelaksana, Razna Farita S.Pd.I, menuturkan bahwa tantangan terbesar dalam program ini adalah perbedaan latar belakang usia dan tingkat kemampuan peserta. Namun, dengan kesabaran dan pendekatan individual, kemajuan peserta dapat terlihat signifikan. "Melihat peserta yang awalnya buta aksara kini perlahan mulai lancar membaca, adalah kebahagiaan dan motivasi terbesar kami," ungkapnya.

Keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi erat antara KUA Sidikalang, PAI, dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jabal Nur Delleng Amal. BKM menyediakan tempat yang nyaman dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan secara rutin. Sinergi antara lembaga pemerintah dan unsur masyarakat ini menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkelanjutan bagi pendidikan Al-Qur'an.

KUA Sidikalang berencana untuk terus melanjutkan dan memperluas jangkauan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur'an ini ke masjid dan kelompok masyarakat lain di seluruh wilayah kecamatan. Dengan adanya upaya terpadu ini, diharapkan angka buta aksara Al-Qur'an di Sidikalang dapat ditekan secara maksimal, serta melahirkan generasi yang cinta dan melek Al-Qur'an, menjadikannya sebagai cahaya penerang dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagikan Artikel Ini

Infografis