KUA Sawo: Ramadan Momentum Meraih Kerinduan Surga
Daerah

KUA Sawo: Ramadan Momentum Meraih Kerinduan Surga

  01 Mar 2026 |   67 |   Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Sawo (Humas). Memasuki minggu ke-2 bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara kembali melaksanakan Safari Ramadan di beberapa Mesjid di Kabupaten Nias Utara. Safari Ramadan kali ini dilaksanakan di Masjid Al Husna, Desa Sifahandro Kecamatan Sawo pada hari Jum'at (27/02) usai Shalat Jum'at. Pelaksanaan Safari Ramadan ini dihadiri Koordinator Tim dan anggota Tim 2 Safari Ramadan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Utara.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Jumat selama bulan Ramadan. Safari Ramadan bukan hanya menjadi ajang silaturahmi jajaran Kemenag dengan masyarakat, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial di bulan suci. Selain penyerahan 20 paket bantuan, kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Sarmalina Pane, S.Ag., Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sawo.

Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Safari Ramadan di Mesjid Al Husna Sifahandro. Di bawah pendar lampu masjid yang teduh, Penyuluh Agama Islam, Sarmalina Pane, menyampaikan pesan menyentuh hati mengenai kerinduan surga terhadap hamba-hamba pilihan.

​Dalam tausiyahnya yang memikat perhatian jamaah, Sarmalina menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang dicintai langit.

​Ia mengutip Hadis Rasulullah Saw. tentang empat golongan manusia yang keberadaannya dinantikan oleh pintu-pintu surga. Yang pertama adalah ​ Taalil Qur’an (Pembaca Al-Qur’an). Golongan ini merupakan golongan yang lisannya bukan sekadar berucap, melainkan mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup. 

"Surga merindukan mereka yang sapaan paginya adalah ayat-ayat suci," tutur Sarmalina dengan lembut. Golongan kedua adalah Wa Hafizul Lisan (Penjaga Lisan), golongan lidah dari ghibah dan perkataan sia-sia adalah kunci. Lisan yang basah dengan zikir dan kata-kata baik adalah magnet bagi rahmat Allah.

Wa Muth’imul Jii’aan (Pemberi Makan Orang yang Lapar) adalah golongan ketiga yang keberadaannya dirindukan oleh Surga. Kesalehan ritual seorang Muslim harus bersanding dengan kesalehan sosial. Sarmalina mengajak jamaah untuk memperluas tangan, berbagi rezeki kepada mereka yang kekurangan, terutama di bulan penuh berkah ini.

Yang terakhir adalah ​ Wa Shooimiina fii Syahri Ramadhan (Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan), golongan ini terdiri dari mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan iman dan kesungguhan ( ihtisaban), menjaga kualitas ibadah dari fajar hingga terbenamnya matahari.

​"Surga itu luas, namun ia merasa sempit jika tidak diisi oleh orang-orang yang memiliki kelembutan hati dan ketulusan iman," ujar Sarmalina di penghujung ceramahnya. Ia juga mengapresiasi atas antusiasme jamaah Mesjid Al Husna Sifahandro pada Safari Ramadan ini. 

​Kegiatan Safari Ramadan ini ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah yang hadir. Harapannya, pesan yang disampaikan Sarmalina Pane mampu menjadi pemantik semangat bagi warga untuk mengejar predikat "Hamba yang  Surga" di sisa hari bulan suci ini. (MHS/MFK)

Bagikan Artikel Ini

Infografis