KUA Salapian Pimpin Tahlil Dzikir Dan Doa Bersama Serta Pentausiyah Peringatan 22 Tahun Tragedi Banjir Bandar Bahorok
Daerah

KUA Salapian Pimpin Tahlil Dzikir Dan Doa Bersama Serta Pentausiyah Peringatan 22 Tahun Tragedi Banjir Bandar Bahorok

  12 Nov 2025 |   40 |   Penulis : Humas Cabang APRI Langkat |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Salapian (Humas) Memperingati 22 tahun peristiwa banjir bandang, ratusan warga di Kabupaten Langkat mengikuti tabur bunga di sungai Bahorok, kawasan wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, pada Minggu 2 November 2025, yang lalu.

Sebagian warga melakukan tabur bunga di pinggir sungai sebagian lainnya melakukan tabur bunga dari atas jembatan sungai Bahorok. Tabur bunga di sungai ini merupakan salah satu rangkaian peringatan peristiwa banjir bandang yang di gelar warga di aula perumahan objek wisata Bukit Lawang.

Sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas bencana yang menelan banyak korban jiwa, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Langkat bersama Pemerintah Desa Perkebunan Bukit Lawang dan Lembaga Peduli Bukit Lawang menggelar kegiatan zikir, doa bersama, dan tabur bunga di Sungai Bahorok.

Kegiatan yang mengangkat tema “Dengan mengenang banjir bandang 2 November 2003, kita tingkatkan iman dan takwa serta menjaga alam mencegah bencana” ini diikuti oleh unsur pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata Bukit Lawang.

Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti. Tiorita menyatakan peringatan banjir bandang bukan hanya sekadar mengenang duka masa lalu. Namun, menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa menjaga keseimbangan alam. Peristiwa banjir bandang tahun 2003 menjadi pelajaran penting tentang dampak kerusakan hutan dan lingkungan.

“Peristiwa itu mengajarkan kita bahwa kerusakan hutan dapat membawa bencana besar bagi kehidupan manusia. Maka dari itu, mari kita pelihara bumi kita dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Tiorita Br Surbakti juga menyerahkan bantuan berupa alat keselamatan diri bagi pengelola wisata Bukit Lawang serta santunan kepada anak-anak yatim di kawasan tersebut.

Peristiwa banjir bandang yang terjadi pada 2 November 2003 di kawasan wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, telah menewaskan ratusan orang dan meluluhlantakkan permukiman warga di bantaran Sungai Bahorok. Banyak warga kehilangan rumah serta mata pencaharian, terutama mereka yang bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salapian yang juga wakil sekretaris FKUB Langkat ustadz H. M. Kurnia Amir, S. Sos. I, S.Pd. I, MM. dalam tausiyahnya mengatakan kita harus mampu mengambil hikmah dari setiap musibah atau bencana yang Allah berikan yg terkadang mungkin sebagai ujian, atau peringatan dan teguran atau bahkan mungkin sebagai hukuman sehingga semakin menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Lebih lanjut Ustadz Kurnia yang meraih prestasi sebagai Kader Uswatun Hasanah BKPRMI Tahun 2025 ini mengatakan bahwa setidaknya ada 5 hal yang menyebabkan Allah turunkan bencana diantaranya enggan sedekah, memutuskan tali silaturahmi, tidak bersyukur, berbuat kemaksiatan dan merusak alam lingkungan, tak lupa disampai pesan jaga dan rawat kerukunan umat beragama melalui silaturahmi yang baik dan sehat.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan tahlililan, dzikir dan doa bersama yang langsung dibawakan ustadz Kurnia dan penyantunan tali asih bagi anak yatim.

Bagikan Artikel Ini

Infografis